Kunjungan Wisatawan Domestik ke Bali Turun 15 Persen
PHRI Bali menyebut kunjungan wisatawan domestik pada September 2026 turun hingga 15 persen. Harga tiket pesawat dan ekonomi nasional menjadi faktor yang disebut.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Kunjungan wisatawan domestik ke Bali turun hingga 15 persen pada September 2026, menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali.
Wakil Ketua PHRI Bali I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya menyebut mahalnya harga tiket pesawat sebagai salah satu penyebab penurunan tersebut. Faktor lain yang disebut ialah minimnya kegiatan pertemuan pemerintah pusat di daerah serta pelemahan ekonomi nasional.
Penurunan itu terjadi pada segmen wisatawan domestik. Kunjungan wisatawan mancanegara dinilai tetap stabil. Dengan demikian, perubahan yang perlu diperhatikan pelaku usaha pariwisata Bali berada pada pasar dalam negeri, bukan pada kunjungan wisatawan mancanegara.
Mengapa penurunan ini penting bagi pembaca Bali
Perubahan jumlah wisatawan domestik dapat dirasakan oleh usaha akomodasi, restoran, transportasi, dan penyedia kegiatan wisata di kabupaten/kota Bali. Bagi krama dan pelaku usaha di banjar maupun desa adat, berkurangnya perjalanan dari pasar dalam negeri berarti permintaan layanan wisata dapat ikut melemah.
Harga tiket pesawat menjadi perhatian utama karena memengaruhi keputusan wisatawan sebelum memesan hotel atau memilih kegiatan di Bali. Minimnya pertemuan pemerintah pusat juga mengurangi salah satu sumber perjalanan kerja, sementara kondisi ekonomi nasional yang menurun dapat menekan anggaran perjalanan masyarakat.
Situasi tersebut menempatkan pasar domestik sebagai bagian yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha pariwisata Bali. Penurunan hingga 15 persen pada September 2026 menunjukkan adanya perubahan pada kunjungan wisatawan dalam negeri, sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara dinilai tetap stabil.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pemerintahan
Sebanyak 18 WNA Diusulkan Masuk Daftar Penangkalan
Kantor Imigrasi Ngurah Rai mendeportasi 18 WNA dari Bali pada 21–27 September 2026. Sepuluh orang terjaring operasi gabungan, sementara enam lainnya t…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





