Karangasem Setop Bantuan Bibit Kapas pada 2026 dan 2027
Dinas Pertanian Karangasem tidak mengadakan bantuan bibit kapas pada 2026 dan merencanakan kebijakan serupa pada 2027.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Amlapura — Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Distan PP) Karangasem tidak melakukan pengadaan bantuan bibit kapas kepada petani pada 2026, dan kebijakan serupa direncanakan berlanjut pada 2027 karena keterbatasan anggaran serta stok bibit di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas).
Kepala Distan PP Karangasem I Made Sugiartha mengatakan anggaran daerah diprioritaskan untuk program yang dinilai memberikan manfaat lebih langsung kepada masyarakat, sehingga pengadaan bibit kapas tidak masuk dalam alokasi tahun ini maupun tahun depan. Ia menyatakan berharap bantuan bibit dapat kembali disalurkan pada tahun-tahun berikutnya jika kondisi anggaran memungkinkan.
Menurut penjelasan Sugiartha, stok bibit kapas di Balittas saat ini terbatas. Keterbatasan pasokan tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk tidak membuka pengadaan baru, di samping penyesuaian prioritas belanja daerah.
Produksi dan luas tanam menurun
Data Distan PP Karangasem menunjukkan penurunan luas tanam dan produksi kapas dalam tiga tahun terakhir. Luas lahan kapas turun dari 82 hektare pada 2023 menjadi 45 hektare pada 2024, lalu 40 hektare pada 2025.
Penurunan luas tanam diikuti penyusutan produksi. Pada 2023, produksi kapas tercatat sekitar 62.000 kilogram, menurun menjadi sekitar 49.000 kilogram pada 2024, dan kembali turun menjadi sekitar 27.000 kilogram pada 2025.
Menurut Distan PP Karangasem, tren penurunan ini berkaitan dengan berkurangnya bantuan bibit dalam beberapa tahun terakhir serta menurunnya minat sebagian kelompok tani untuk menanam kapas.
- 2023: 82 hektare lahan dan sekitar 62.000 kilogram kapas.
- 2024: 45 hektare lahan dan sekitar 49.000 kilogram kapas.
- 2025: 40 hektare lahan dan sekitar 27.000 kilogram kapas.
Harga kapas di tingkat petani anjlok
Di tingkat petani, harga kapas juga menurun. Seorang petani kapas di Karangasem, Gede Kari, menuturkan dirinya hanya menanam sekitar 5 are pada 2026 dengan bibit yang berasal dari sisa bantuan pemerintah pada tahun sebelumnya.
Kari mengatakan harga kapas yang diterimanya saat ini sekitar Rp7.000 per kilogram, jauh di bawah harga beberapa tahun lalu yang pernah mencapai sekitar Rp25.000 per kilogram. Dari panen terakhir sebelum laporan dipublikasikan, ia memperoleh sekitar 20 kilogram kapas.
Menurut penuturan petani dan pejabat dinas, harga jual yang rendah dan hasil panen yang dinilai tidak sebanding dengan tenaga serta waktu membuat sebagian petani beralih ke komoditas lain, antara lain jagung dan kacang tanah.
Penanaman swadaya tetap berjalan
Meski bantuan bibit kapas tidak tersedia dari pemerintah daerah pada 2026, sejumlah petani di Karangasem masih menanam kapas dengan bibit yang disiapkan secara swadaya.
Distan PP Karangasem menyebutkan penanaman swadaya itu berlangsung di beberapa lokasi, namun pendataan resmi mengenai luas lahan dan total produksi kapas swadaya tahun ini masih berjalan.
Berlanjutnya penanaman kapas secara swadaya dinilai penting untuk menjaga keberadaan komoditas kapas di Karangasem, meski basis produksi tengah menyusut dan sebagian petani sudah beralih ke tanaman lain.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Data Bali
Harga Beras dan Cabai di Bali 19 September 2026: Data Sigapura Terbaru
Data resmi Sigapura dan pemantauan harga Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan rincian harga beras dan cabai di Bali pada 13 dan 19 September 2026.
Terbaru di Ekonomi
Berita utama hari ini

Baca juga


