Investasi Klungkung Tembus Rp3,33 Triliun, Nusa Penida Serap 86,3 Persen
Realisasi investasi Klungkung pada triwulan I dan II 2026 mencapai Rp3,33 triliun. Nusa Penida menyumbang 86,3 persen, terutama dari penanaman modal asing di sektor akomodasi pariwisata.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Semarapura — Realisasi investasi Kabupaten Klungkung pada triwulan I dan II 2026 mencapai Rp3,33 triliun. Nusa Penida menjadi penyerap modal terbesar dengan nilai sekitar Rp2,876 triliun atau 86,3 persen dari total investasi, menurut Kepala DPMPTSP Klungkung I Made Sudiarkajaya.
Sudiarkajaya mengatakan angka itu hampir seluruhnya berasal dari penanaman modal asing. Menurut dia, daya tarik utama Nusa Penida tetap bertumpu pada pariwisata, terutama akomodasi dan usaha pendukungnya.
Data sebaran investasi menunjukkan Kecamatan Klungkung menerima sekitar Rp354 miliar, Dawan Rp55,137 miliar, dan Banjarangkan Rp48,029 miliar. Jika dijumlah, tiga kecamatan daratan itu masih jauh di bawah nilai investasi Nusa Penida.
Pengawasan izin diperketat
Pemerintah Kabupaten Klungkung menekankan pentingnya kepatuhan terhadap perizinan dan tata ruang seiring derasnya arus modal ke Nusa Penida. DPMPTSP juga mendorong pelaku usaha mengurus izin melalui sistem OSS dan memenuhi ketentuan Persetujuan Bangunan Gedung.
Di sisi lain, DPMPTSP Klungkung melalui kegiatan pembinaan perizinan usaha pada Mei 2026 menyebut masih ada sejumlah usaha akomodasi di Nusa Penida yang telah beroperasi tetapi belum melengkapi seluruh perizinan, termasuk PBG/SLF dan izin operasional usaha. Pemerintah daerah menyatakan pengawasan dilakukan bersama unsur terkait untuk menertibkan usaha yang belum sesuai ketentuan.
Langkah pembinaan itu juga diarahkan agar investor dan pelaku usaha memahami prosedur sejak awal. Pemkab Klungkung menilai kepastian administrasi penting supaya investasi berjalan tertib dan sesuai rencana tata ruang wilayah.
Nusa Penida tetap jadi magnet
Sejumlah promosi investasi Pemkab Klungkung pada 2026 juga menempatkan Nusa Penida sebagai wilayah unggulan. Fokusnya tetap pada sektor pariwisata, termasuk pengembangan akomodasi dan layanan pendukung yang menggerakkan ekonomi pulau tersebut.
Dengan porsi 86,3 persen, Nusa Penida menyumbang lebih dari empat perlima investasi Klungkung pada semester pertama 2026. Dominasi itu menunjukkan sektor pariwisata masih menjadi penarik utama modal di kabupaten kepulauan ini.
Namun, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada penyesuaian usaha dengan aturan ruang dan perizinan. Pengawasan dimaksudkan agar pertumbuhan investasi tidak melampaui ketentuan pemanfaatan lahan di kawasan-kawasan yang sensitif, termasuk sempadan pantai.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga




