Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

BI Jajaki QRIS Cross Border ke Arab Saudi, India, Vietnam, Australia

Bank Indonesia menjajaki perluasan QRIS Cross Border dengan Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Jakarta — Bank Indonesia (BI) tengah menjajaki potensi kerja sama penggunaan QRIS Cross Border dengan Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia sebagai bagian dari perluasan konektivitas pembayaran regional.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Fitria Irmi Triswati, mengatakan penjajakan dilakukan melalui pertemuan dan rapat dengan otoritas maupun mitra di keempat negara tersebut.

Menurut Fitria, pengembangan konektivitas pembayaran regional ke depan tidak hanya menggunakan QRIS. BI juga menyiapkan integrasi dengan sistem pembayaran cepat BI-FAST dari Indonesia.

Bagi daerah tujuan wisata seperti Bali, perluasan QRIS Cross Border membuka peluang kemudahan transaksi bagi wisatawan dari negara-negara mitra, karena pembayaran dapat dilakukan langsung dalam rupiah melalui pemindaian kode QR di merchant yang terhubung.

Enam negara sudah terhubung

Sejauh ini, layanan QRIS Cross Border telah terhubung dengan enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China/Tiongkok.

Konektivitas tersebut memungkinkan pengguna aplikasi pembayaran di Indonesia melakukan transaksi di merchant luar negeri yang mendukung skema QR setempat, dengan nilai transaksi dikonversi otomatis ke rupiah.

Pengembangan negara mitra mempertimbangkan potensi pariwisata dan keterkaitan ekonomi antarnegara, sehingga destinasi dengan arus wisata tinggi menjadi prioritas kerja sama.

Target dan capaian penggunaan QRIS

BI mencatat pertumbuhan pesat penggunaan QRIS sejak diperkenalkan secara nasional pada 2019.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati menyebut jumlah merchant QRIS telah mencapai sekitar 45 juta, dengan sekitar 90 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Jumlah pengguna QRIS mencapai sekitar 78 juta, melampaui target BI sebesar 70 juta pengguna. Sementara itu, jumlah transaksi QRIS telah menembus sekitar 15 miliar transaksi.

Angka-angka tersebut menunjukkan adopsi QRIS sebagai alat pembayaran digital terus meningkat dan menjadi salah satu infrastruktur utama dalam ekosistem pembayaran ritel di Indonesia.

Penyesuaian dengan kebiasaan pembayaran

BI menyatakan perluasan QRIS akan disesuaikan dengan kebiasaan pembayaran di masing-masing negara mitra.

Dalam sejumlah negara Asia, seperti Jepang dan Korea Selatan, praktik pembayaran menggunakan QR sering kali dilakukan dengan merchant memindai kode QR milik pelanggan. Di sisi lain, di beberapa negara lain pembayaran nirsentuh dengan menyentuhkan perangkat ke terminal (tap) lebih lazim digunakan.

Karena itu, pengembangan QRIS tidak hanya diarahkan pada perluasan negara mitra dan jumlah merchant, tetapi juga pada penguatan fitur, termasuk Customer Presented Mode yang memungkinkan pelanggan menunjukkan kode QR mereka, serta pengembangan QRIS dengan fungsi tap.

Bagi pelaku usaha di Bali, variasi metode ini penting karena wisatawan datang dengan kebiasaan pembayaran yang berbeda-beda. Adopsi fitur yang sesuai dengan pola penggunaan wisatawan berpotensi meningkatkan kenyamanan dan volume transaksi di kawasan pariwisata.

Dampak bagi Bali dan langkah selanjutnya

Dengan konektivitas QRIS Cross Border di enam negara Asia dan rencana perluasan ke Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia, merchant di daerah wisata termasuk Bali berpeluang melayani wisatawan mancanegara tanpa perlu menerima uang tunai asing.

Menurut sejumlah pejabat BI, pemilihan negara mitra QRIS Cross Border mempertimbangkan antara lain potensi pariwisata dan arus perjalanan warga negara Indonesia maupun wisatawan asing.

Langkah penjajakan yang disampaikan Fitria Irmi Triswati masih berada pada tahap eksplorasi kerja sama. Implementasi ke Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia akan bergantung pada kesepakatan teknis dan regulasi dengan otoritas setempat, kesiapan penyedia jasa sistem pembayaran, serta penyesuaian infrastruktur di masing-masing negara.

Seiring perluasan itu, BI menyatakan bahwa regional payment connectivity ke depan akan mencakup baik QRIS maupun BI-FAST, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan kenyamanan transaksi lintas negara bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.