BI Jajaki QRIS Cross Border ke Arab Saudi, India, Vietnam, Australia
Bank Indonesia menjajaki perluasan QRIS Cross Border dengan Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Jakarta — Bank Indonesia (BI) tengah menjajaki potensi kerja sama penggunaan QRIS Cross Border dengan Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia sebagai bagian dari perluasan konektivitas pembayaran regional.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Fitria Irmi Triswati, mengatakan penjajakan dilakukan melalui pertemuan dan rapat dengan otoritas maupun mitra di keempat negara tersebut.
Menurut Fitria, pengembangan konektivitas pembayaran regional ke depan tidak hanya menggunakan QRIS. BI juga menyiapkan integrasi dengan sistem pembayaran cepat BI-FAST dari Indonesia.
Bagi daerah tujuan wisata seperti Bali, perluasan QRIS Cross Border membuka peluang kemudahan transaksi bagi wisatawan dari negara-negara mitra, karena pembayaran dapat dilakukan langsung dalam rupiah melalui pemindaian kode QR di merchant yang terhubung.
Enam negara sudah terhubung
Sejauh ini, layanan QRIS Cross Border telah terhubung dengan enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China/Tiongkok.
Konektivitas tersebut memungkinkan pengguna aplikasi pembayaran di Indonesia melakukan transaksi di merchant luar negeri yang mendukung skema QR setempat, dengan nilai transaksi dikonversi otomatis ke rupiah.
Pengembangan negara mitra mempertimbangkan potensi pariwisata dan keterkaitan ekonomi antarnegara, sehingga destinasi dengan arus wisata tinggi menjadi prioritas kerja sama.
Target dan capaian penggunaan QRIS
BI mencatat pertumbuhan pesat penggunaan QRIS sejak diperkenalkan secara nasional pada 2019.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati menyebut jumlah merchant QRIS telah mencapai sekitar 45 juta, dengan sekitar 90 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Jumlah pengguna QRIS mencapai sekitar 78 juta, melampaui target BI sebesar 70 juta pengguna. Sementara itu, jumlah transaksi QRIS telah menembus sekitar 15 miliar transaksi.
Angka-angka tersebut menunjukkan adopsi QRIS sebagai alat pembayaran digital terus meningkat dan menjadi salah satu infrastruktur utama dalam ekosistem pembayaran ritel di Indonesia.
Penyesuaian dengan kebiasaan pembayaran
BI menyatakan perluasan QRIS akan disesuaikan dengan kebiasaan pembayaran di masing-masing negara mitra.
Dalam sejumlah negara Asia, seperti Jepang dan Korea Selatan, praktik pembayaran menggunakan QR sering kali dilakukan dengan merchant memindai kode QR milik pelanggan. Di sisi lain, di beberapa negara lain pembayaran nirsentuh dengan menyentuhkan perangkat ke terminal (tap) lebih lazim digunakan.
Karena itu, pengembangan QRIS tidak hanya diarahkan pada perluasan negara mitra dan jumlah merchant, tetapi juga pada penguatan fitur, termasuk Customer Presented Mode yang memungkinkan pelanggan menunjukkan kode QR mereka, serta pengembangan QRIS dengan fungsi tap.
Bagi pelaku usaha di Bali, variasi metode ini penting karena wisatawan datang dengan kebiasaan pembayaran yang berbeda-beda. Adopsi fitur yang sesuai dengan pola penggunaan wisatawan berpotensi meningkatkan kenyamanan dan volume transaksi di kawasan pariwisata.
Dampak bagi Bali dan langkah selanjutnya
Dengan konektivitas QRIS Cross Border di enam negara Asia dan rencana perluasan ke Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia, merchant di daerah wisata termasuk Bali berpeluang melayani wisatawan mancanegara tanpa perlu menerima uang tunai asing.
Menurut sejumlah pejabat BI, pemilihan negara mitra QRIS Cross Border mempertimbangkan antara lain potensi pariwisata dan arus perjalanan warga negara Indonesia maupun wisatawan asing.
Langkah penjajakan yang disampaikan Fitria Irmi Triswati masih berada pada tahap eksplorasi kerja sama. Implementasi ke Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia akan bergantung pada kesepakatan teknis dan regulasi dengan otoritas setempat, kesiapan penyedia jasa sistem pembayaran, serta penyesuaian infrastruktur di masing-masing negara.
Seiring perluasan itu, BI menyatakan bahwa regional payment connectivity ke depan akan mencakup baik QRIS maupun BI-FAST, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan kenyamanan transaksi lintas negara bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Ekonomi
BI Dorong Kolaborasi Global Perkuat Pelindungan Konsumen Digital
Bank Indonesia menekankan kolaborasi global lintas regulator, lembaga internasional, bank sentral, penegak hukum, dan industri untuk memperkuat pelind…
Terbaru di Ekonomi
Berita utama hari ini

Baca juga


