Bali Aktual

Sabtu, 7 November 2026

BI Dorong Hilirisasi Kopi dan Perikanan di Buleleng

Bank Indonesia Bali mendorong pengolahan kopi, cengkih, anggur, tuna, dan bandeng di Buleleng untuk menambah nilai ekonomi daerah dan mengurangi konsentrasi investasi di Bali Selatan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Biji kopi sangrai tersebar di atas permukaan meja kayu.
Ilustrasi: Biji kopi sangrai tersebar di atas permukaan meja kayu. · Foto: Pixabay / Pexels

Buleleng — Bank Indonesia Bali mendorong hilirisasi kopi, cengkih, anggur, tuna, dan bandeng di Kabupaten Buleleng untuk mengurangi ketimpangan investasi antara Bali Utara dan Bali Selatan pada 6 November 2026.

Mengapa ini penting: Pengolahan komoditas di Buleleng diarahkan untuk menambah nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperluas investasi di luar kawasan Sarbagia.

Menurut Bank Indonesia Bali, komoditas tersebut masih banyak dipasarkan sebagai bahan mentah sehingga nilai tambahnya belum optimal dinikmati daerah asal. Pengolahan di Buleleng diharapkan menahan nilai ekonomi di daerah dan membuka peluang usaha serta lapangan kerja.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan Buleleng memiliki potensi sumber daya alam dari sektor pertanian, kelautan, dan perikanan. Ia mendorong produk lokal masuk ke rantai pasok hotel dan restoran.

Data yang disampaikan dalam Forum Balinomics menunjukkan wilayah Sarbagia—Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan—menyumbang 58 persen produk domestik regional bruto Bali. Realisasi investasi di kawasan itu mencapai Rp30,49 triliun atau 81,64 persen dari total investasi Bali sepanjang 2026.

Selain hilirisasi, pemerintah daerah menekankan tiga strategi pemerataan ekonomi: memperkuat konektivitas Bali Utara–Selatan, mengembangkan pariwisata Bali Utara yang berkualitas dan berkelanjutan, serta meningkatkan nilai tambah sektor kelautan, perikanan, dan pertanian.

Melalui Forum Balinomics, BI mempertemukan pemerintah daerah dengan pengusaha dan investor yang berpengalaman dalam industri pengolahan. Pertemuan itu diarahkan untuk berlanjut menjadi realisasi investasi dan pengembangan industri di Buleleng.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.