Pemprov Bali Minta Wisata di Lokasi Rawan Bencana Dihentikan Sementara
Pemprov Bali meminta pengelola memetakan ulang titik kegiatan wisata dan menghentikan sementara aktivitas di kawasan dengan potensi ancaman bencana yang cukup kuat.
Oleh Asyinta Sastra
· 1 menit baca
Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali meminta aktivitas wisata di kawasan dengan potensi ancaman bencana yang cukup kuat dihentikan sementara pada 6 November 2026. Imbauan itu disampaikan Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra di Denpasar.
Mengapa ini penting: Pengelola wisata di kawasan berisiko diminta memetakan lokasi dan menghentikan sementara aktivitasnya sampai potensi bahaya dinilai aman.
Menurut Dewa Made Indra, Kepala Dinas Pariwisata Bali diminta berkoordinasi dengan seluruh pelaku industri pariwisata untuk memetakan kembali titik kegiatan wisata, terutama yang memanfaatkan kawasan alam. Koordinasi tersebut akan diawali penerbitan surat edaran Dinas Pariwisata Bali.
Pemetaan itu diperlukan untuk mengidentifikasi lokasi yang berisiko terdampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Dewa Made Indra meminta pengelola tidak memaksakan kegiatan operasional jika hasil pemetaan menunjukkan potensi bahaya yang kuat.
Selain sektor pariwisata, Pemprov Bali menyiapkan langkah mitigasi berupa pemetaan kawasan rawan bencana, normalisasi saluran drainase, penyiapan logistik dan personel, serta pendekatan alat berat ke sejumlah titik yang berpotensi mengalami longsor. Langkah tersebut disiapkan untuk menghadapi musim hujan.
Kumparan melaporkan, imbauan itu mencakup aktivitas wisata di kawasan yang kondisinya belum aman sampai risiko bencana dinilai dapat dikendalikan. Media tersebut juga menyebut sejumlah kawasan yang menjadi perhatian, antara lain jalur Singaraja-Denpasar, Singaraja-Gobleg, Karangasem, dan Kintamani.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Kalender Bali Tetapkan 15 Oktober 2026 Baik untuk Upacara
Kalender Bali menempatkan Kamis, 15 Oktober 2026, sebagai Wraspati Kliwon Kulawu dengan sejumlah dewasa ayu untuk upacara dan pembangunan tempat suci.…
Terbaru di Pariwisata
Baca juga




