Bali Aktual

Sabtu, 7 November 2026

Pemprov Bali Minta Wisata di Lokasi Rawan Bencana Dihentikan Sementara

Pemprov Bali meminta pengelola memetakan ulang titik kegiatan wisata dan menghentikan sementara aktivitas di kawasan dengan potensi ancaman bencana yang cukup kuat.

Oleh

· 1 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Jalur setapak tanah melintasi hutan lebat berkabut dengan pepohonan hijau.
Ilustrasi: Jalur setapak tanah melintasi hutan lebat berkabut dengan pepohonan hijau. · Foto: Sanjay Indiresh / Pexels

Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali meminta aktivitas wisata di kawasan dengan potensi ancaman bencana yang cukup kuat dihentikan sementara pada 6 November 2026. Imbauan itu disampaikan Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra di Denpasar.

Mengapa ini penting: Pengelola wisata di kawasan berisiko diminta memetakan lokasi dan menghentikan sementara aktivitasnya sampai potensi bahaya dinilai aman.

Menurut Dewa Made Indra, Kepala Dinas Pariwisata Bali diminta berkoordinasi dengan seluruh pelaku industri pariwisata untuk memetakan kembali titik kegiatan wisata, terutama yang memanfaatkan kawasan alam. Koordinasi tersebut akan diawali penerbitan surat edaran Dinas Pariwisata Bali.

Pemetaan itu diperlukan untuk mengidentifikasi lokasi yang berisiko terdampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Dewa Made Indra meminta pengelola tidak memaksakan kegiatan operasional jika hasil pemetaan menunjukkan potensi bahaya yang kuat.

Selain sektor pariwisata, Pemprov Bali menyiapkan langkah mitigasi berupa pemetaan kawasan rawan bencana, normalisasi saluran drainase, penyiapan logistik dan personel, serta pendekatan alat berat ke sejumlah titik yang berpotensi mengalami longsor. Langkah tersebut disiapkan untuk menghadapi musim hujan.

Kumparan melaporkan, imbauan itu mencakup aktivitas wisata di kawasan yang kondisinya belum aman sampai risiko bencana dinilai dapat dikendalikan. Media tersebut juga menyebut sejumlah kawasan yang menjadi perhatian, antara lain jalur Singaraja-Denpasar, Singaraja-Gobleg, Karangasem, dan Kintamani.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.