World Cleanup Day 2026, Buleleng Bersih Sampah di Enam Lokasi
Pemkab Buleleng melaksanakan aksi Jumat Bersih dalam rangka World Cleanup Day 2026 pada Jumat, 11 September 2026, di enam lokasi di kawasan perkotaan Singaraja. Pemerintah menekankan pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumber.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Singaraja — Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar aksi bersih-bersih dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026 secara serentak di enam lokasi di kawasan perkotaan Singaraja pada Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan Jumat Bersih tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap World Cleanup Day 2026 dan Gerakan Buleleng Bersih Sampah 2026, dengan fokus pada pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumber di tingkat rumah tangga, perkantoran, dan ruang publik, menurut pemberitaan RRI dan informasi resmi pemerintah daerah.
Aksi serentak digelar di Lingkungan Desa Baktiseraga, Kelurahan Banjar Tegal, Kelurahan Beratan, Kelurahan Banjar Bali, Kelurahan Banyuasri, dan Kelurahan Banjar Jawa.
Kegiatan melibatkan aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan masyarakat di masing-masing wilayah binaan, sebagai bagian dari Gerakan Buleleng Bersih Sampah 2026.
Enam lokasi aksi kebersihan
Menurut laporan RRI Singaraja, aksi bersih-bersih serangkaian WCD 2026 dilakukan serentak di enam titik di Singaraja, dengan sasaran kawasan permukiman dan perkotaan.
Di Desa Baktiseraga, aksi bersih sampah berlangsung di kawasan Perumahan LC dan sekitar Kantor Perbekel, dengan melibatkan perangkat desa dan dinas terkait.
Pemerintah kecamatan dan kelurahan di Banjar Tegal, Beratan, Banjar Bali, Banyuasri, dan Banjar Jawa juga menggelar gotong royong pembersihan lingkungan, termasuk penataan sampah dan pengangkutan material yang mengganggu kebersihan.
Penekanan pada pemilahan dari sumber
Pemerintah daerah menempatkan kegiatan Jumat Bersih dalam rangka WCD 2026 sebagai sarana edukasi pemilahan sampah dari sumber.
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra dalam keterangannya yang dikutip RRI menyatakan bahwa kegiatan Jumat Bersih bukan hanya agenda gotong royong, tetapi ditujukan untuk mendorong kedisiplinan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
Menurut RRI, Pemkab Buleleng menekankan agar sampah dipilah berdasarkan jenis, dengan sampah organik diarahkan ke fasilitas pengolahan organik, sampah anorganik bernilai ekonomis disalurkan ke bank sampah, dan sampah residu diangkut ke tempat pemrosesan akhir.
Sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Disnakertrans dan ESDM Buleleng, melaporkan partisipasi dalam aksi bersih sambil mengajak pegawai dan warga membangun kebiasaan mengurangi dan mengelola sampah secara bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Bagian dari gerakan Buleleng Bersih Sampah
Dalam siaran resmi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buleleng, pemerintah menyebut kegiatan gotong royong pembersihan lingkungan pada 11 September 2026 sebagai bagian dari Gerakan Buleleng Bersih Sampah Tahun 2026 dan rangkaian peringatan WCD yang puncaknya dijadwalkan pada Minggu, 20 September 2026.
Agenda resmi pemerintah daerah mencatat kegiatan World Cleanup Day pada 11 September 2026 berlangsung mulai pagi hari di kawasan Banjar Jawa, dengan pelaksana Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng.
Pemerintah kecamatan dan perangkat daerah lain di Buleleng menyebut kegiatan WCD sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kabupaten/Kota
BMKG Tetapkan Buleleng Berstatus Awas Kekeringan Pada 11–20 September 2026
BMKG menetapkan Kabupaten Buleleng berstatus awas kekeringan meteorologis pada Dasarian II September 2026, periode 11–20 September.
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga




