Satu Ton Kakao Jembrana Dikirim ke Belgia Lewat Udara
Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya di Jembrana melepas ekspor perdana satu ton biji kakao fermentasi ke Belgia melalui jalur udara dari Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan dukungan Bea Cukai pada Kamis, 26 Agustus 2021.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Ekspor satu ton kakao asal Jembrana, Bali, ke Belgia melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai didukung Bea Cukai Ngurah Rai dan Bea Cukai Wilayah Bali, NTB, dan NTT pada Kamis, 26 Agustus 2021, bukan 2026.
Pengiriman dilakukan oleh Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya (KSS) sebagai ekspor perdana melalui jalur udara. Sebelumnya, koperasi ini mengekspor kakao fermentasi terutama lewat jalur laut. Menurut keterangan Bea Cukai, langkah tersebut diharapkan menambah devisa dan mempercepat waktu pengiriman sehingga mutu biji kakao tetap terjaga saat tiba di pasar Eropa.
Ekspor satu ton kakao ke Belgia ini dilepas di area kargo Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT Susila Brata serta Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Kusuma Santi hadir dalam pelepasan ekspor tersebut. KSS tercatat sebagai koperasi tani dan produsen kakao lokal yang selama ini mengekspor melalui jalur laut dan baru kali ini menggunakan moda udara.
Jalur udara untuk menjaga mutu kakao
Koperasi KSS dikenal sebagai eksportir biji kakao fermentasi dari Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Biji kakao yang dikirim merupakan kakao fermentasi yang diproduksi petani anggota koperasi dan telah menembus pasar sejumlah negara Eropa.
Menurut laporan mengenai perjalanan KSS, koperasi ini secara konsisten mengekspor kakao ke Belgia, Prancis, Rusia, dan Inggris. Dalam periode 2015–2019, petani di Jembrana memproduksi sekitar 81,6 ton biji kakao fermentasi yang sebagian besar dikirim ke negara-negara Eropa seperti Prancis, Belgia, Jepang, dan Australia.
Bea Cukai menyatakan ekspor kakao fermentasi Bali ke pasar Eropa terus didorong, dengan KSS sebagai salah satu pelaku utama. Pada 2025, misalnya, KSS kembali melepas ekspor kakao fermentasi ke Belanda, yang merupakan pengiriman kesembilan sejak 2017. Data ini menunjukkan kesinambungan aktivitas ekspor kakao dari Jembrana.
Dukungan institusi dan pengembangan pasar
Dalam pelepasan ekspor satu ton kakao ke Belgia melalui udara, Bea Cukai Ngurah Rai dan Bea Cukai Wilayah Bali, NTB, dan NTT berperan dalam fasilitasi kepabeanan dan kelancaran proses ekspor. Fasilitasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menambah devisa melalui peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah.
Sejumlah laporan lain mencatat bahwa KSS mendapat pendampingan dari lembaga pengembangan kakao di Bali, yang mendorong peningkatan kualitas dan akses pasar internasional. Koperasi ini juga mulai menjalin kerja sama antardaerah untuk memperkuat pasokan kakao fermentasi yang ditujukan ke pasar Belanda, Prancis, Belgia, Turki, dan Amerika Serikat.
Aktivitas ekspor yang berulang ke berbagai negara menunjukkan kakao Bali, khususnya dari Jembrana, telah menjadi salah satu komoditas yang diminati di pasar internasional. Pencapaian seperti penghargaan Cacao of Excellence Silver Award di Amsterdam pada Februari 2024 bagi KSS memperkuat pengakuan kualitas kakao Jembrana di tingkat global.
Data pengiriman udara ke Belgia
- Komoditas: biji kakao fermentasi produksi Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya.
- Tujuan: Belgia.
- Moda: jalur udara melalui area kargo Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.
- Volume: satu ton.
- Waktu pengiriman: Kamis, 26 Agustus 2021.
Ekspor perdana melalui udara ini melengkapi rekam jejak KSS sebagai eksportir kakao Bali yang sebelumnya mengandalkan pengiriman jalur laut. Dengan dukungan fasilitasi kepabeanan dan pengembangan pasar, kakao fermentasi Jembrana diharapkan dapat memperkuat posisi Bali sebagai produsen kakao berkualitas untuk pasar Eropa dan negara lain.
Sumber
- Sistem Informasi Pelayanan Publik Nasional (SIPPN) – Bea Cukai Ngurah Rai
- Lombok Post – "Saatnya Kakao Bali Menjadi Produk Ekspor Unggulan"
- detikFinance – "Top! Petani Kakao Tembus Ekspor ke Belanda di Tengah Pandemi"
- kumparanBisnis – "Perjalanan Koperasi KSS di Sektor Komoditi Perkebunan Kakao"
- NusaBali – "Eksportir Kakao Bali Jalin Kerjasama antar Daerah"
- SWA – "Desa Devisa Kakao Jembrana Menjaring Penghargaan di Belanda"
- Bea Cukai – "Kakao Fermentasi Bali Tembus Pasar Eropa"
- Diskominfo Kabupaten Jembrana – "Jembrana Ekspor 2 Ton Biji Kakao ke Belanda di Momen ..."
Berita berikutnya
Piloting Transformasi UMKM Hijau Diluncurkan di Bali
Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi dan UKM bersama Kementerian UMKM meluncurkan piloting transformasi UMKM hijau sebagai bagian dari stra…

