Kolam di Air Terjun Toya Bulan, Banyu Wana Amertha, dan Taman Sari
Sejumlah air terjun di Bali, seperti Toya Bulan di Bangli, Banyu Wana Amertha di Buleleng, dan Taman Sari di Gianyar, menawarkan kolam berendam bagi wisatawan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca Diperbarui
Denpasar — Sejumlah air terjun di Bali, seperti Toya Bulan di Bangli, Banyu Wana Amertha di Buleleng, dan Taman Sari di Gianyar, menyediakan kolam yang dimanfaatkan wisatawan untuk berendam dan berenang. Informasi mengenai kedalaman, fasilitas, serta tarif di lokasi ini berasal dari keterangan pengelola yang dihimpun berbagai laporan media dan situs wisata.
Kolam-kolam tersebut umumnya bersumber dari mata air atau aliran sungai di sekitar air terjun. Sebagian dibangun warga dan pengelola sebagai tambahan daya tarik kunjungan, sementara sebagian lain memanfaatkan aliran air alami yang dibentuk menjadi kolam.
Keberadaan kolam tidak otomatis menunjukkan bahwa lokasi telah memenuhi seluruh standar keselamatan wisata air. Wisatawan disarankan memeriksa kondisi cuaca, arus, kedalaman kolam, kebersihan air, aturan pengelola, dan keberadaan petugas sebelum memutuskan untuk berenang.
Toya Bulan di Bangli
Air Terjun Toya Bulan berada di Banjar Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Lokasi ini menawarkan beberapa air terjun dan satu kolam renang buatan dengan air jernih yang bersumber dari mata air alami di kawasan tersebut.
Sekretaris Kelompok Sadar Wisata Toya Bulan, Agung Adhi Paramatha, menjelaskan kolam dibuat untuk menarik pelancong datang ke kawasan air terjun. Kolam berdinding batu itu berada di dekat air terjun setinggi sekitar 10 meter dan dialiri Tukad Melangit di bagian depan, sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan sungai dan tebing saat berendam.
Laporan wisata menyebut luas kolam sekitar 20 meter persegi dengan kedalaman sekitar satu meter. Air mengalir dari balik pepohonan menuju kolam sehingga tetap mengalir dan terasa dingin.
Menurut laporan perjalanan, kawasan Toya Bulan dibuka untuk kunjungan pada pukul 07.00 sampai 17.00 Wita. Pengelola sempat menerapkan sistem donasi bagi pengunjung, dan tarif resmi dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola.
Banyu Wana Amertha di Buleleng
Air Terjun Banyu Wana Amertha berlokasi di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Kawasan ini dikenal memiliki beberapa air terjun dalam satu jalur trekking, dengan fasilitas kolam dan area berendam di sekitar air terjun.
Laporan wisatawan dan ulasan perjalanan menyebut kawasan Banyu Wana Amertha dilengkapi jalur pejalan kaki, area istirahat, dan fasilitas dasar seperti toilet yang dikelola masyarakat setempat. Kolam di sekitar air terjun memanfaatkan aliran air yang jatuh di antara pepohonan sebelum mengisi kolam alami dan buatan.
Ulasan lokasi menyebut tiket masuk ke kawasan Banyu Wana Amertha sekitar Rp20 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp30 ribu untuk wisatawan mancanegara, dengan jam operasional pada kisaran pagi hingga sore setiap hari. Besaran tarif dan jam buka dapat menyesuaikan kebijakan pengelola dan musim kunjungan.
Taman Sari di Gianyar
Air Terjun Taman Sari berada di Jalan Ngenjung Sari, Banjar Ngenjung Sari, Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Lokasi ini dilengkapi kolam renang buatan yang airnya bersumber dari aliran air terjun, sehingga pengunjung dapat berendam setelah menempuh perjalanan kaki dari area parkir.
Berbagai ulasan wisata menyebut di kawasan Taman Sari terdapat lebih dari satu kolam, termasuk kolam untuk dewasa dan kolam dengan kedalaman lebih dangkal yang dimanfaatkan anak-anak. Pengelola juga menyediakan fasilitas ruang ganti, toilet, area bilas, dan titik swafoto di sekitar kolam dan tepi air terjun.
Beberapa laporan tarif menyebut kisaran harga tiket masuk untuk wisatawan domestik antara Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per orang, dengan tarif wisatawan asing di kisaran Rp20 ribu sampai Rp25 ribu. Jam operasional umumnya disebut mulai pukul 08.00 Wita hingga sekitar pukul 17.30–18.00 Wita, bergantung hari dan kebijakan pengelola.
Periksa keselamatan sebelum berenang
Data yang tersedia dari pengelola dan ulasan wisata mencantumkan lokasi, perkiraan kedalaman kolam, serta kisaran tarif masuk. Namun informasi mengenai kapasitas maksimal pengunjung, hasil pengujian kualitas air, jadwal pemeriksaan fasilitas, dan ketersediaan penjaga keselamatan belum dijelaskan rinci.
Wisatawan disarankan tidak berenang sendirian, mengawasi anak-anak, dan mematuhi rambu serta petunjuk pengelola. Kedalaman kolam dapat berubah seiring musim, debit air, dan kondisi dasar kolam, sehingga perlu kehati-hatian saat masuk ke air.
Akses menuju air terjun umumnya melibatkan berjalan kaki dan menuruni atau menaiki tangga. Pengunjung perlu menyiapkan alas kaki yang tidak licin dan memperhatikan kondisi fisik sebelum menyusuri jalur menuju kolam.
Tarif dan jam buka di tiga lokasi dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola dan situasi cuaca. Konfirmasi langsung kepada pengelola sebelum berangkat dianjurkan, terutama saat musim hujan atau ketika debit air meningkat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kabupaten/Kota
Dari Desa Gitgit ke Panggung Asia: Lukas Banu, Advokat Bali yang Kini Jadi Sekjen Advocates Asia
Advokat kelahiran Singaraja, Lukas Banu, ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal Advocates Asia 2026–2030 di Badung. Di balik jabatan itu ada program k…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga



