Piloting Transformasi UMKM Hijau Diluncurkan di Bali
Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi dan UKM bersama Kementerian UMKM meluncurkan piloting transformasi UMKM hijau sebagai bagian dari strategi mendorong bisnis berkelanjutan dan usaha ramah lingkungan di Bali.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali bersama Kementerian UMKM meluncurkan program Piloting Transformasi UMKM Hijau di Bali sebagai bagian dari komitmen mendorong bisnis berkelanjutan dan usaha ramah lingkungan.
Menurut keterangan pada laman resmi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, program percontohan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas akses pasar pelaku UMKM, sekaligus menjaga agar aktivitas ekonomi daerah berjalan selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan dan kearifan lokal.
Dinas Koperasi dan UKM Bali menyebut program tersebut sebagai langkah strategis mendorong UMKM menerapkan praktik ekonomi hijau. Praktik ini mencakup penggunaan bahan baku ramah lingkungan, pengelolaan limbah, serta upaya keberlanjutan melalui pemberdayaan kelompok rentan, sebagaimana konsep UMKM hijau yang disampaikan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Bali dalam kegiatan capacity building UMKM bertema transformasi UMKM di era ekonomi hijau.
Fokus pada bisnis berkelanjutan
Dalam keterangan tertulis Dinas Koperasi dan UKM Bali, Piloting Transformasi UMKM Hijau diposisikan sebagai bagian dari rangkaian program ekonomi hijau di Bali. Program ini melanjutkan inisiatif sebelumnya seperti Inkubasi Hilirisasi Inovasi Jejaring Usaha Berkelanjutan (Inkubasi Hijau) yang menyeleksi dan membina UMKM yang menjalankan usaha dengan memperhatikan pelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh sebelumnya menjelaskan bahwa Inkubasi Hijau menangani tiga masalah utama UMKM, yaitu permodalan, sumber daya manusia, dan akses pasar, melalui proses seleksi dan kurasi terhadap pelaku usaha yang telah menerapkan praktik ekonomi hijau. Dari 60 UMKM yang diseleksi, 15 pelaku usaha terbaik dipilih sebagai percontohan dan mendapatkan dukungan permodalan, akses pasar, serta pelatihan dan pembinaan intensif melalui bootcamp di UPTD PLUT KUMKM.
Dalam konteks tersebut, piloting transformasi UMKM hijau di Bali berada dalam jalur kebijakan yang sama, yaitu mendorong UMKM naik kelas dengan menerapkan prinsip keberlanjutan pada proses produksi, penggunaan bahan, dan pengelolaan limbah.
Terhubung dengan agenda ekonomi hijau Bali
Laman Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali juga memuat agenda Transformasi Ekonomi Bali: Strategi Penguatan Koperasi Desa dan UMKM Menuju Ekonomi Hijau yang diselenggarakan di Denpasar pada 10 September 2026. Agenda tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi mematangkan strategi Transformasi Ekonomi Kerthi Bali, termasuk penguatan koperasi desa dan UMKM agar sejalan dengan ekonomi hijau.
Sejalan dengan itu, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Bali mendorong pelaku UMKM di Bali untuk mengambil peran dalam menghasilkan produk ramah lingkungan dan menerapkan prinsip ekonomi hijau melalui kegiatan pengembangan UMKM hijau. Bank Indonesia menekankan bahwa UMKM hijau tidak hanya terkait bahan baku, tetapi juga pengelolaan limbah dan aspek keberlanjutan sosial, seperti pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa piloting transformasi UMKM hijau di Bali bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ekosistem kebijakan daerah dan pusat yang menempatkan ekonomi hijau sebagai arah pengembangan UMKM dan koperasi di Bali.
Penguatan kapasitas dan akses pasar
Dalam pemberitaannya, Infodenpasar menuliskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi dan UKM menangani persoalan permodalan, SDM, dan akses pasar UMKM dengan program Inkubasi Hijau. Peserta program mendapatkan mentoring intensif, validasi model bisnis, dan dukungan dalam pertemuan bisnis dengan mitra strategis, termasuk calon pembeli dan lembaga keuangan.
Pendekatan serupa diadopsi dalam program-program transformasi usaha lain yang digulirkan Diskop UKM Bali, seperti program TUMBUH yang mendukung digitalisasi dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk pengembangan usaha. Program-program tersebut menjadi penopang bagi pelaksanaan piloting transformasi UMKM hijau, terutama dalam aspek penguatan kapasitas pelaku usaha dan pembukaan akses ke pasar yang lebih luas.
Melalui rangkaian kebijakan dan program itu, pemerintah daerah bersama kementerian terkait berupaya membangun ekosistem UMKM hijau di Bali, dengan menjadikan pelaku usaha yang telah menerapkan praktik berkelanjutan sebagai percontohan dan mitra dalam transformasi ekonomi daerah.
Sumber
Berita berikutnya
Firstlady Buatan Bali Diperkenalkan, Dikembangkan Tuksedo Studio dan RANS
Tuksedo Studio memperkenalkan Firstlady, mobil sport berdesain orisinal buatan Bali yang dikembangkan bersama RANS dan ditargetkan memasuki tahap pelu…

