Firstlady Buatan Bali Diperkenalkan, Dikembangkan Tuksedo Studio dan RANS
Tuksedo Studio memperkenalkan Firstlady, mobil sport berdesain orisinal buatan Bali yang dikembangkan bersama RANS dan ditargetkan memasuki tahap peluncuran pada 2027.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Gianyar — Tuksedo Studio memperkenalkan mobil sport Firstlady dalam acara La Dolce Vita: Tuksedo Auto & Fashion Gala di studio mereka di Ketewel, Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Jumat, 18 September 2026.
Menurut laporan Tribun Bali, Firstlady adalah mobil dengan desain orisinal yang terinspirasi semangat dan estetika La Dolce Vita, ungkapan Italia tentang kehidupan yang manis dan apresiasi terhadap seni menikmati hidup. Mobil ini dikembangkan bersama RANS dan ditargetkan memasuki tahap peluncuran pada 2027. NusaBali menulis, peluncuran Firstlady menandai langkah Tuksedo Studio dari fokus restorasi mobil klasik menuju pengembangan kendaraan dengan identitas desain sendiri.
Acara La Dolce Vita di Ketewel memadukan otomotif, fashion, kriya, dan seni. NusaBali mencatat rangkaian acara ini sebagai perayaan otomotif dan fashion yang menunjukkan transisi Tuksedo Studio ke tahap penciptaan mobil sport dengan desain orisinal buatan Bali. Tribun Bali menyebut acara tersebut digelar di Tuksedo Studio, Jalan Tukad Tampuagan No. 356, Ketewel, Sukawati.
Dirancang dan dikerjakan di Bali
Tribun Bali menyatakan Firstlady dirancang dan dibangun di Bali oleh tim Indonesia, dengan memadukan keanggunan serta proporsi sportscar klasik dengan teknologi otomotif modern dalam sebuah interpretasi modern klasik. NusaBali menulis, Laksmana Gusti Handoko sebagai salah satu pendiri sekaligus Direktur Tuksedo Studio menjelaskan bahwa Firstlady terinspirasi mobil sport klasik dan akan dilengkapi teknologi, fitur keselamatan, dan hiburan yang menyesuaikan kebutuhan kendaraan modern.
Dalam wawancaranya, Gusti menekankan hampir seluruh proses pengerjaan dilakukan secara manual oleh tim di Bali. Tribun Bali mengutip pernyataannya bahwa tujuan besar proyek ini adalah memperkenalkan mobil dengan desain asli Bali dan desain asli Tuksedo yang dibuat serta diselesaikan di lokasi tersebut, dengan pengerjaan handmade dan kandungan lokal yang disebut hampir 100 persen. NusaBali menegaskan kembali bahwa mobil ini “hampir 100 persen buatan Bali, handmade, tidak pakai mesin, tapi pakai tangan”.
Kedua media menggambarkan Firstlady sebagai proyek yang menempatkan mobil bukan sekadar sarana transportasi, melainkan karya desain dan kriya otomotif yang mengandalkan keahlian tangan dan estetika klasik.
Kolaborasi dengan RANS dan rencana produksi
Tribun Bali menyebut Firstlady sebagai mobil desain orisinal yang dikembangkan bersama RANS. Infotren.id juga menulis bahwa Tuksedo Studio menggandeng RANS Entertainment dalam menyiapkan Firstlady sebagai mobil sport luxury buatan anak muda Bali. Detail mengenai bentuk kerja sama, pembagian peran, atau struktur investasi belum dijelaskan dalam laporan kedua media.
NusaBali menginformasikan bahwa karena konsep beauty car dan proses pengerjaan handmade, produksi Firstlady akan terbatas. Untuk tahap awal, Tuksedo Studio menyiapkan dua unit, dan ke depan kapasitas produksi diperkirakan hanya 7–10 unit per tahun. Gusti menyebut kisaran harga Firstlady diproyeksikan berada di segmen kendaraan mewah, di atas US$50.000, namun angka final belum ditetapkan karena mobil masih dalam tahap penelitian dan pengembangan.
Tribun Bali menulis bahwa Firstlady ditargetkan diluncurkan pada 2027. Dengan jadwal itu, pengembang memiliki waktu untuk menyelesaikan pengembangan kendaraan, termasuk penyempurnaan desain dan teknologi sebelum memasuki tahap produksi lebih luas.
Pemesanan oleh Raffi Ahmad
DetikBali memberitakan bahwa Firstlady adalah mobil sport mewah seharga sekitar Rp7 miliar yang tengah digarap Tuksedo Studio di Gianyar dan dipesan oleh Raffi Ahmad sebagai pembeli pertama. Dalam laporan tersebut, Pendiri Tuksedo Studio Pudji Handoko menjelaskan pengerjaan Firstlady sudah berlangsung sekitar enam bulan dengan progres sekitar 50 persen, dan menyebut Raffi Ahmad memesan mobil tersebut dengan warna merah.
DetikBali juga menulis bahwa mobil sport mewah tersebut hanya akan diproduksi sebanyak lima unit, dengan durasi produksi setiap unit sekitar satu hingga satu setengah tahun. Informasi mengenai harga dan jumlah unit ini muncul dalam laporan DetikBali dan belum dirinci dalam pemberitaan Tribun Bali maupun NusaBali.
Era.id menempatkan pengenalan Firstlady dalam konteks langkah Tuksedo Studio setelah delapan tahun mengasah kemampuan melalui pembuatan berbagai replika mobil sport klasik, sebelum beralih ke mobil sport luxury pertama yang dinamai Firstlady dan menggandeng seniman lokal Bali untuk urusan desain.
Sumber
Berita berikutnya

Pendamping PLUT Buleleng Minta UMKM Siapkan Stok dan Legalitas sebelum Go Digital
Pendamping PLUT KUMKM Buleleng, Mubayyinudin, mengingatkan pelaku UMKM menyiapkan kapasitas produksi, stok, kemasan, dan legalitas sebelum memperluas…
Baca juga


