Ratusan Krama Songan Ikuti Melasti di Tepi Danau Batur
Ratusan krama Desa Adat Songan mengikuti upacara Melasti di Pura Segara, tepi Danau Batur, Jumat, 18 September 2026. Prosesi ini menjadi bagian awal Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Bangli — Ratusan krama Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli, mengikuti upacara Melasti di Pura Segara, kawasan tepi siring Danau Batur, Jumat, 18 September 2026.
Menurut laporan harian Bali Post yang terbit 20 September 2026, prosesi ini menjadi bagian awal rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama yang digelar di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan.
Krama membawa berbagai sarana upacara dan mengiringi Ida Betara menuju Pura Segara.
Ketua Umum Karya, I Gede Darmawa, mengatakan dalam rangkaian Melasti dilakukan penyucian pretima dan pralingga yang diiringi krama.
Ia menjelaskan prosesi itu dimaknai sebagai upaya penyucian Bhuana Agung atau alam semesta, sehingga pelaksanaan karya diharapkan berlangsung dalam suasana suci dan harmonis.
Rangkaian menuju Tawur Agung
Menurut Darmawa, Melasti di Pura Segara menjadi tahap awal dari rangkaian panjang Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur.
Dalam pernyataannya pada audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung, panitia karya memaparkan bahwa rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama berlangsung sejak 12 Agustus hingga 7 Oktober 2026, dengan puncak karya pada 26 September 2026.
Upacara besar yang digelar setiap sepuluh tahun sekali itu dimaksudkan sebagai momentum mendoakan kerahayuan, keselamatan, serta menjaga keharmonisan alam dan spiritual Bali, dengan Danau Batur dipandang sebagai salah satu sumber air penting.
Tiga sulinggih memuput Melasti
Bali Post melaporkan, prosesi Melasti di tepi Danau Batur dipuput tiga sulinggih.
Suasana khidmat terlihat ketika berbagai sarana upacara dan pratima diiring menuju kawasan Pura Segara untuk menjalani proses penyucian.
Krama mengikuti tahapan upacara dengan tertib, mengiringi Ida Betara dan sarana upakara dari desa menuju Pura Segara di tepi danau.
Menurut pemberitaan yang sama, seluruh tahapan Melasti menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama yang digelar bertahap di Pura Hulundanu Batur.
Danau Batur dalam praktik yadnya
Sejumlah laporan media lokal menyebutkan, rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur juga memuat upacara Danu Kertih dan pamendak tirta amertha di tengah Danau Batur.
Dalam salah satu prosesi Danu Kertih, para pejabat daerah dan krama mengikuti mendak tirta amertha dan mulang pakelem di danau sebagai bagian permohonan kerahayuan dan keseimbangan alam.
Menurut ajaran yadnya yang dijelaskan dalam berbagai sumber keagamaan, Melasti dan upacara terkait dilaksanakan untuk menyucikan pratima, pusaka pura, dan alam, sekaligus memohon keharmonisan hubungan manusia dengan Bhuana Agung dan Bhuana Alit.
Dalam konteks Karya Tawur Agung Manca Wali Krama, rangkaian prosesi di Pura Segara dan Danau Batur menjadi sarana masyarakat Desa Adat Songan menjaga kesinambungan tradisi dan kehidupan spiritual di kawasan hulundanu.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Digitalisasi dan Komodifikasi Budaya Bali di Ruang Media Sosial
Media sosial dan digital marketing memperluas promosi budaya Bali sekaligus memunculkan risiko penyederhanaan tradisi, ruang hidup, dan nilai lokal me…
Terbaru di Budaya
Berita utama hari ini


