Bali Aktual

Sabtu, 10 Oktober 2026

Kajeng Kliwon Uwudan dan Tumpek Wayang Jatuh pada 10 Oktober 2026

Umat Hindu Bali memperingati Kajeng Kliwon Uwudan dan Tumpek Wayang pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Perhitungan ala ayuning dewasa mencatat sejumlah kegiatan yang dinilai tidak baik pada tanggal tersebut.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pertunjukan seni di Bali.
Ilustrasi: Pertunjukan seni di Bali. · Foto: ASITRAC / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Bali — Umat Hindu memperingati Kajeng Kliwon Uwudan dan Tumpek Wayang pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kedua rerahinan itu tercatat pada kalender Bali dan berlangsung pada tanggal yang sama.

Mengapa ini penting: Umat Hindu Bali dapat mengetahui bahwa dua rerahinan jatuh pada 10 Oktober 2026 dan bahwa beberapa kegiatan adat disebut tidak baik menurut perhitungan ala ayuning dewasa.

Radar Bali dan Tribun Bali menyebut 10 Oktober 2026 sebagai Kajeng Kliwon Uwudan sekaligus Tumpek Wayang. Tanggal itu juga tercatat sebagai Saniscara Kliwon Wuku Wayang dalam kalender Bali, menurut Tribun Bali.

Makna dua rerahinan

Tumpek Wayang berkaitan dengan penghormatan terhadap kesenian, khususnya wayang. Dalam tradisi Bali, umat menghaturkan persembahan kepada Bhatara Iswara agar kesenian tetap lestari, memberikan kegembiraan, dan memiliki nilai spiritual.

Kajeng Kliwon merupakan salah satu hari suci umat Hindu yang diperingati setiap 15 hari sekali setelah Purnama. Pertemuan Kajeng dan Kliwon menjadi penanda Kajeng Kliwon.

Perhitungan ala ayuning dewasa

Detik Bali melaporkan bahwa perhitungan ala ayuning dewasa pada tanggal tersebut memuat sejumlah pantangan. Carik Walangati disebut tidak baik untuk melangsungkan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben, serta membangun rumah.

Perhitungan Salah Wadi juga disebut tidak baik untuk upacara Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mepandes, dan potong rambut, serta Pitra Yadnya, termasuk penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, dan ngasti.

Uraian itu merupakan bagian dari perhitungan hari baik dan buruk dalam kalender Bali yang digunakan masyarakat Hindu Bali untuk menentukan waktu kegiatan adat dan ritual.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.