Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

PLN Tinjau Smart Microgrid Nusa Penida 3,5 MWp

PLN bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan meninjau Smart Microgrid Nusa Penida pada 15 September 2026. Sistem ini mengintegrasikan PLTS Suana 3,5 MWp, BESS 1,8 MWh, dan PLTD untuk menjaga keandalan pasokan listrik.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Nusa Penida — PT PLN (Persero) meninjau pengoperasian Smart Microgrid di Nusa Penida pada 15 September 2026. Sistem itu mengintegrasikan PLTS Suana berkapasitas 3,5 MWp, BESS 1,8 MWh, dan PLTD untuk menjaga keandalan pasokan listrik di kepulauan tersebut.

Peninjauan itu juga melibatkan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam laporan yang diterbitkan Baliportalnews.com dan dilengkapi keterangan resmi PLN, rombongan meninjau fasilitas Smart Microgrid, ruang kontrol, dan pusat kendali untuk melihat cara sistem bekerja secara real time.

PLN menyebut Smart Microgrid Nusa Penida sebagai sistem kelistrikan cerdas yang mengatur pembangkit surya, penyimpanan energi, dan PLTD secara terpadu. Mekanisme ini dipakai agar energi surya tetap bisa dimanfaatkan saat produksi tinggi lalu disalurkan kembali ketika beban naik atau saat matahari tidak bersinar.

Menurut keterangan PLN, BESS berperan menyimpan kelebihan listrik dari PLTS agar pasokan tetap terjaga saat kebutuhan meningkat. Dalam sistem itu, PLTD tetap menjadi bagian dari penopang keandalan ketika pasokan dari energi terbarukan tidak cukup memenuhi beban.

Fasilitas yang ditinjau

Tim peninjau memeriksa beberapa titik operasi, termasuk PLTS Suana, BESS, dan ruang kontrol. PLN menulis bahwa pengelolaan jaringan di Nusa Penida dilakukan dengan pengawasan yang terhubung ke sistem kendali terpusat.

Di sisi kapasitas, dua sumber yang diperiksa menyebut angka yang sama untuk PLTS Suana dan BESS, yakni 3,5 MWp dan 1,8 MWh. Kedua kapasitas itu sudah lama menjadi bagian dari sistem kelistrikan Nusa Penida sebelum peninjauan 15 September 2026.

Baliportalnews.com menuliskan bahwa perwakilan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan yang hadir adalah Suryani, Rayaldi Muhammad, dan Tianni Sihotang. Mereka didampingi manajemen PLN dari wilayah Bali serta perwakilan unit terkait lain di lingkungan perusahaan listrik negara itu.

Keandalan dan transisi energi

PLN menempatkan Smart Microgrid sebagai cara untuk menjaga keandalan pasokan sekaligus memperbesar pemanfaatan energi bersih. Dengan pengaturan otomatis, sistem dapat menyesuaikan keluaran PLTS, BESS, dan PLTD mengikuti perubahan beban listrik di Nusa Penida.

Dalam penjelasannya, PLN menyebut pengalaman operasi di Nusa Penida bisa menjadi pembelajaran bagi sistem kelistrikan lain yang mulai menambah porsi energi terbarukan. Pengelolaan penyimpanan energi dan kendali jaringan dianggap penting agar pembangkit surya dapat dipakai lebih luas tanpa mengganggu pasokan.

PLN dan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan juga melihat integrasi ini sebagai bagian dari penguatan sistem kelistrikan kepulauan. Nusa Penida menjadi lokasi yang diuji untuk menunjukkan bahwa pembangkit surya, baterai, dan pembangkit diesel bisa dikelola dalam satu jaringan yang sama.

Peninjauan pada 15 September 2026 menegaskan bahwa pengembangan energi bersih di Nusa Penida tidak berdiri sendiri pada penambahan kapasitas PLTS. Sistem penyimpanan dan kendali tetap dibutuhkan agar pasokan listrik tetap andal di wilayah kepulauan yang bergantung pada pengaturan beban harian.

Konteks teknis

Smart Microgrid di Nusa Penida menghubungkan PLTS Suana, BESS, dan PLTD dalam satu sistem operasi. PLTS memasok listrik saat siang, BESS menyimpan kelebihan energi, dan PLTD bekerja sebagai cadangan untuk menjaga kontinuitas pasokan.

Dalam keterangan yang dirujuk Baliportalnews.com, pengoperasian sistem dipantau oleh tim yang meninjau langsung ruang kendali. Pengawasan itu dimaksudkan agar perubahan produksi listrik dan kebutuhan beban bisa direspons dengan cepat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.