Bali Aktual

Kamis, 5 November 2026

Berapa Banyak Gempa yang Tercatat di Bali? Ini Penjelasan Datanya

BMKG mencatat 405 gempa di kawasan pemantauannya selama September 2025. Sebagian besar berkekuatan di bawah M3,0, sementara empat dari lima gempa yang dirasakan dilaporkan terasa di Bali.

Oleh

· 2 menit baca

Gempa bumi di wilayah Bali bukan kejadian yang jarang, tetapi sebagian besar yang tercatat berkekuatan kecil dan dangkal. Buletin BMKG mencatat 405 gempa di kawasan Bali, NTB, sebagian Jawa Timur, dan NTT selama September 2025; empat dari lima gempa yang dirasakan pada periode itu dilaporkan terasa di Provinsi Bali.

Berapa banyak gempa yang tercatat?

Menurut Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III, sebanyak 405 gempa tercatat selama September 2025 di wilayah pemantauan yang mencakup Bali, NTB, serta sebagian Jawa Timur dan NTT. Angka ini menghitung seluruh kejadian yang terdeteksi, bukan hanya gempa yang dirasakan warga.

Dari jumlah tersebut, 349 gempa berkekuatan kurang dari M3,0, 53 gempa berada pada rentang M3,0 hingga kurang dari M5,0, dan tiga gempa berkekuatan sedikitnya M5,0, menurut BMKG, 2025.

Apakah semua gempa terasa di Bali?

Tidak. BMKG mencatat lima gempa yang dilaporkan terasa di Pulau Bali, Lombok, dan Sumbawa selama September 2025. Empat di antaranya dilaporkan terasa di wilayah Provinsi Bali, sedangkan satu lainnya tidak dilaporkan terasa di Bali.

Perbedaan antara jumlah gempa tercatat dan gempa yang dirasakan terjadi karena getaran dipengaruhi oleh kekuatan, kedalaman, lokasi sumber, serta kondisi setempat. Karena itu, catatan seismik tidak dapat dibaca sebagai jumlah kejadian yang pasti dirasakan penduduk.

Mengapa gempa dangkal perlu diperhatikan?

Sebanyak 303 kejadian pada September 2025 memiliki kedalaman hiposenter dangkal, menurut BMKG, 2025. Buletin itu mengelompokkan gempa dangkal sebagai gempa dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer.

Kedalaman merupakan salah satu unsur dalam menilai bagaimana getaran dapat dirasakan di permukaan. Namun, angka kejadian dan kedalaman saja tidak menentukan dampak kerusakan; kekuatan gempa, jarak ke permukiman, mutu bangunan, dan kondisi tanah juga berperan.

Bagaimana membaca angka gempa Bali?

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali menerbitkan Provinsi Bali dalam Angka 2025 pada 28 Februari 2025 sebagai kompilasi statistik daerah. Publikasi itu melengkapi laporan khusus BMKG, yang menyajikan kejadian gempa berdasarkan periode, magnitudo, kedalaman, dan lokasi pemantauan.

Dengan demikian, angka 405 adalah catatan aktivitas seismik kawasan pemantauan selama September 2025, bukan prediksi jumlah gempa berikutnya dan bukan ukuran langsung tingkat kerusakan di Bali. Untuk membaca satu kejadian tertentu, data resmi BMKG tentang magnitudo, kedalaman, episenter, dan intensitas harus dilihat bersama.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.