BPBD Bali Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Hujan dan Kekeringan
BPBD Bali memperkuat kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor, dan pohon tumbang saat hujan meningkat, sementara peringatan kekeringan masih berlaku di sejumlah kecamatan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Denpasar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menggelar latihan kesiapsiagaan menghadapi bencana musim hujan pada 3 November 2026 di Denpasar. Latihan itu melibatkan organisasi perangkat daerah dan Tim Reaksi Cepat Multisektor.
Mengapa ini penting: Latihan BPBD Bali memperkuat koordinasi penanganan bencana saat potensi hujan meningkat, sementara warga di sejumlah kecamatan masih menghadapi peringatan kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Gede Teja mengatakan latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan perangkat daerah dalam membantu pemerintah kabupaten dan kota ketika bencana terjadi. Kegiatan ini dilakukan saat Bali menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Menurut Bali Post, BPBD Bali juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan musim. Berdasarkan informasi BMKG Wilayah III untuk Dasarian I November, atau periode 1–10 November 2026, hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di sembilan kabupaten dan kota Bali pada 1–3 November.
Potensi hujan pada 4–6 November diprakirakan berada pada intensitas ringan hingga sedang di seluruh wilayah Bali. Kondisi serupa diperkirakan berlangsung pada 7–10 November.
Di sisi lain, peringatan dini kekeringan meteorologis berstatus awas berlaku di Kecamatan Gerokgak dan Tejakula di Buleleng, Kintamani di Bangli, serta Kubu dan Karangasem di Karangasem. Status siaga tercatat di Kecamatan Banjar, Sawan, dan Kubutambahan di Buleleng.
BPBD Bali meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Warga di wilayah kering juga diimbau menghemat penggunaan air.
BMKG memperkirakan puncak musim hujan di sejumlah wilayah Bali berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027. BPBD Buleleng sebelumnya masih menyalurkan air bersih ke lima desa yang terdampak kekeringan, yakni Tejakula, Sinabun, Madenan, Cempaga, dan Pedawa.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pemerintahan
Pemprov Bali Siapkan BTT Rp20 Miliar hingga Akhir 2026
Pemprov Bali menyiapkan BTT Rp20 miliar untuk menangani dampak bencana selama musim hujan hingga akhir 2026. Anggaran 2027 masih menunggu pembahasan D…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga




