Bali Aktual

Rabu, 4 November 2026

BPBD Bali Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Hujan dan Kekeringan

BPBD Bali memperkuat kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor, dan pohon tumbang saat hujan meningkat, sementara peringatan kekeringan masih berlaku di sejumlah kecamatan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah pelampung penyelamat oranye tergantung di kotak pada dinding berwarna biru cerah.
Ilustrasi: Sebuah pelampung penyelamat oranye tergantung di kotak pada dinding berwarna biru cerah. · Foto: Павел Хлыстунов / Pexels

Denpasar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menggelar latihan kesiapsiagaan menghadapi bencana musim hujan pada 3 November 2026 di Denpasar. Latihan itu melibatkan organisasi perangkat daerah dan Tim Reaksi Cepat Multisektor.

Mengapa ini penting: Latihan BPBD Bali memperkuat koordinasi penanganan bencana saat potensi hujan meningkat, sementara warga di sejumlah kecamatan masih menghadapi peringatan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Gede Teja mengatakan latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan perangkat daerah dalam membantu pemerintah kabupaten dan kota ketika bencana terjadi. Kegiatan ini dilakukan saat Bali menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Menurut Bali Post, BPBD Bali juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan musim. Berdasarkan informasi BMKG Wilayah III untuk Dasarian I November, atau periode 1–10 November 2026, hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di sembilan kabupaten dan kota Bali pada 1–3 November.

Potensi hujan pada 4–6 November diprakirakan berada pada intensitas ringan hingga sedang di seluruh wilayah Bali. Kondisi serupa diperkirakan berlangsung pada 7–10 November.

Di sisi lain, peringatan dini kekeringan meteorologis berstatus awas berlaku di Kecamatan Gerokgak dan Tejakula di Buleleng, Kintamani di Bangli, serta Kubu dan Karangasem di Karangasem. Status siaga tercatat di Kecamatan Banjar, Sawan, dan Kubutambahan di Buleleng.

BPBD Bali meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Warga di wilayah kering juga diimbau menghemat penggunaan air.

BMKG memperkirakan puncak musim hujan di sejumlah wilayah Bali berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027. BPBD Buleleng sebelumnya masih menyalurkan air bersih ke lima desa yang terdampak kekeringan, yakni Tejakula, Sinabun, Madenan, Cempaga, dan Pedawa.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.