Bali Aktual

Minggu, 1 November 2026

DLH Bangli Bersihkan Drainase dan Pantau Pohon Rawan Tumbang

DLH Kabupaten Bangli memprioritaskan pembersihan drainase di sejumlah titik kota dan memantau pohon rawan tumbang saat memasuki musim hujan. Pengangkutan sampah dimulai pukul 05.30 Wita.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tutup lubang saluran air dari besi di jalan beraspal basah dengan daun kering di atasnya.
Ilustrasi: Tutup lubang saluran air dari besi di jalan beraspal basah dengan daun kering di atasnya. · Foto: Müca 🇩🇪 / Pexels

Bangli — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli membersihkan drainase dan memantau pohon rawan tumbang pada Minggu, 1 November 2026, untuk menghadapi musim hujan. Petugas menyisir titik yang berpotensi menumpuk sampah di kawasan perkotaan Kabupaten Bangli, termasuk Catus Pata Alun-Alun Kota Bangli, Jalan Nusantara, Bebalang, dan jalur Ngurah Rai.

Kepala DLH Bangli I Putu Ganda Wijaya mengatakan pola kerja petugas disesuaikan saat peralihan musim kemarau ke musim hujan. Fokus lapangan diarahkan pada antisipasi banjir serta kebersihan saluran air. Penyisiran saluran dilakukan oleh tim Program Kali Bersih (Pro Kasi) setiap dua hari sekali.

DLH mengerahkan beberapa satuan tugas (satgas), yakni Satgas Penyapu, Satgas Pertamanan, Satgas Penyiraman, dan Pro Kasi. Kawasan yang menjadi perhatian sebelumnya kerap mengalami genangan air sehingga pembersihan saluran diprioritaskan di lokasi tersebut.

Pengangkutan sampah reguler dimulai pukul 05.30 Wita. Armada roda tiga digunakan untuk menjangkau lokasi yang tidak dapat dilalui kendaraan pengangkut berukuran besar. DLH juga menyiagakan tim darurat untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah dan dampak cuaca ekstrem.

Drainase bersih membantu warga Bangli melewati hujan

Bagi warga dan pengguna jalan di pusat Kabupaten Bangli, perubahan yang bisa dipakai hari itu adalah mengetahui titik yang sedang menjadi fokus pembersihan: Catus Pata Alun-Alun Kota Bangli, Jalan Nusantara, Bebalang, dan jalur Ngurah Rai. Sampah sebaiknya tidak dibuang ke saluran karena dapat menghambat aliran air ketika hujan deras.

Untuk risiko pohon tumbang akibat angin kencang, DLH berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan instansi terkait. Laporan yang tersedia tidak menyebut penutupan jalan, perubahan tarif, atau jadwal layanan lain bagi warga.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.