DLH Bangli Bersihkan Saluran Air dan Pangkas Pohon Berisiko Tumbang
Dinas Lingkungan Hidup Bangli mengoptimalkan pembersihan saluran air setiap dua hari dan memangkas pohon berisiko tumbang untuk mengantisipasi genangan pada awal musim hujan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Bangli — Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli mengoptimalkan pembersihan saluran air dan pemangkasan pohon berisiko tumbang pada 1 November 2026 di kawasan perkotaan Bangli.
Mengapa ini penting: Warga kawasan perkotaan Bangli menghadapi pembersihan saluran setiap dua hari dan pemangkasan pohon berisiko untuk mengurangi ancaman genangan serta pohon tumbang pada musim hujan.
Menurut Balipost dan Bali Tribune, langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi genangan dan banjir setelah peralihan musim kemarau ke musim hujan. Pembersihan menyasar saluran terintegrasi yang berpotensi tersumbat sampah.
DLH menjalankan kegiatan tersebut melalui program kali bersih. Tim lapangan menyisir saluran setiap dua hari sekali, terutama di kawasan Catus Pata Alun-Alun Kota Bangli, Jalan Nusantara, Bebalang, dan jalur Ngurah Rai.
Kepala DLH Bangli I Putu Ganda Wijaya mengatakan fokus kerja petugas berubah pada musim hujan. Selain membersihkan saluran, DLH menangani pohon perindang yang dahan atau batangnya berisiko jatuh ke jalan dan permukiman.
Pemangkasan dilakukan pada hari kerja berdasarkan prioritas. Untuk menghadapi kondisi darurat, DLH berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Perusahaan Listrik Negara, dan instansi terkait.
Balipost melaporkan titik yang sebelumnya menjadi perhatian, yakni Catus Pata Alun-Alun Kota Bangli dan Jalan Nusantara, terpantau bebas banjir setelah pembersihan berkala dan perbaikan gorong-gorong. DLH juga mengingatkan warga mengelola serta memilah sampah dari rumah agar tidak menambah beban saluran air.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Beringin Tumbang Saat Upacara di Karangasem, Tiga Bangunan Pura Rusak
Pohon beringin berusia ratusan tahun tumbang saat upacara Aci Usaba Sambah di Pura Pemaksan, Karangasem. Tiga bangunan rusak dan kerugian ditaksir Rp3…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





