Bali Aktual

Minggu, 1 November 2026

Koster Dorong Pembiayaan UMKM Bali ke Sektor Produksi

Data forum pembiayaan pemerintah menunjukkan porsi KUR untuk sektor produksi mencapai 65,9 persen hingga 21 Oktober 2026. Pemprov Bali mendorong akses kredit UMKM diperkuat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Alat pertukangan kayu seperti mesin ampelas dan serbuk gergaji di atas meja kerja.
Ilustrasi: Alat pertukangan kayu seperti mesin ampelas dan serbuk gergaji di atas meja kerja. · Foto: Thijs van der Weide / Pexels

Mangupura — Porsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produksi mencapai 65,9 persen hingga 21 Oktober 2026, berdasarkan data yang disampaikan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam forum pembiayaan pemerintah di Kabupaten Badung, Bali, pada 30 Oktober 2026.

Forum tersebut menjadi ruang penguatan akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gubernur Bali Wayan Koster mendorong kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan, perbankan, dan dunia usaha agar kredit program pemerintah lebih mudah dijangkau pelaku usaha, terutama di Bali.

Data forum juga mencatat pembiayaan UMKM melalui KUR dan kredit non-KUR secara keseluruhan sekitar Rp1.500 triliun. Nilai itu terdiri atas sekitar Rp300 triliun melalui KUR dan Rp1.200 triliun melalui kredit non-KUR. Penyaluran kredit program pemerintah hingga Oktober 2026 disebut mencapai sekitar Rp294,6 triliun secara nasional.

Porsi sektor produksi menjadi ukuran akses pembiayaan UMKM

Bagi pembaca di Bali, angka 65,9 persen menunjukkan arah pembiayaan yang sedang didorong pemerintah: lebih banyak kredit masuk ke kegiatan produksi, bukan hanya konsumsi. Sektor produksi dapat mencakup usaha yang menghasilkan barang atau jasa dan berpotensi memperluas kapasitas usaha serta kesempatan kerja.

Pemerintah daerah di Bali perlu menerjemahkan dorongan ini ke akses yang bisa dipakai UMKM di kabupaten dan kota, termasuk melalui pendampingan dan koordinasi dengan penyalur kredit. KUR adalah kredit program pemerintah untuk usaha rakyat, sedangkan kredit non-KUR merupakan pembiayaan usaha di luar skema KUR.

Forum di kawasan Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, itu juga menempatkan UMKM sebagai bagian penting dari perekonomian daerah. Koster meminta penguatan pembiayaan dilakukan secara terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan agar UMKM dapat meningkatkan produktivitas dan naik kelas.

Untuk pembaca hari ini, perubahan yang perlu dicatat adalah arah kebijakan pembiayaan: penyaluran KUR didorong semakin besar ke sektor produksi. Pelaku UMKM dapat menggunakan informasi ini sebagai dasar menyiapkan kebutuhan pembiayaan usaha dan berkoordinasi dengan lembaga penyalur KUR.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.