Bali Aktual

Minggu, 1 November 2026

Aktivitas Usaha Bali Menguat pada Triwulan III 2026

SKDU Bank Indonesia mencatat aktivitas usaha Bali menguat pada triwulan III 2026. Rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara Juli–Agustus mencapai 691,9 ribu per bulan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kamar hotel resor dengan dua tempat tidur berkanopi dan interior bernuansa hangat.
Ilustrasi: Kamar hotel resor dengan dua tempat tidur berkanopi dan interior bernuansa hangat. · Foto: Quang Nguyen Vinh / Pexels

Denpasar — Aktivitas dunia usaha Bali menguat pada triwulan III 2026, dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha mencapai 63,06 persen, menurut Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang diberitakan pada 30 Oktober 2026.

Angka itu meningkat dari 49,32 persen pada triwulan II 2026. Penguatan terutama terlihat pada sektor pariwisata dan jasa yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi daerah. SBT Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum naik dari 14,62 persen menjadi 19,12 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang dikutip dalam laporan tersebut mencatat rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli–Agustus 2026 sekitar 691,9 ribu kunjungan per bulan. Angka itu meningkat 19,5 persen dibandingkan rata-rata triwulan II 2026 sebesar 578,9 ribu kunjungan per bulan.

Tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada Juli–Agustus 2026 juga naik menjadi 67,74 persen, dari rata-rata 61,32 persen pada triwulan II 2026. Laporan menyebut peningkatan aktivitas pariwisata turut mendorong transportasi, perdagangan, serta jasa pendukung lainnya.

Mengapa penguatan usaha Bali penting bagi pembaca

Perubahan ini memberi gambaran bahwa arus wisatawan masih menjadi penggerak utama kegiatan ekonomi Bali. Dampaknya tidak hanya dirasakan hotel dan usaha makan-minum, tetapi juga oleh transportasi, perdagangan, dan penyedia jasa yang melayani mobilitas wisatawan.

Bagi pembaca di Denpasar dan kabupaten lain di Bali, data tersebut dapat menjadi konteks untuk membaca kepadatan layanan pariwisata dan aktivitas usaha pada periode setelah Juli–Agustus 2026. Namun, laporan yang tersedia tidak mencantumkan perubahan tarif, jadwal, jalur, atau tenggat layanan yang berlaku hari itu.

Angka nasional itu menjadi konteks umum, sedangkan angka 63,06 persen merupakan angka kegiatan dunia usaha Bali yang diberitakan Tribun Bali.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.