Buleleng Catat 1.014 Balita Stunting hingga Oktober 2026
Sebanyak 1.014 balita di Kabupaten Buleleng mengalami stunting per Oktober 2026. Angka itu setara 3,47 persen dari 29.183 balita, sehingga orang tua diminta rutin memantau pertumbuhan di posyandu.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Singaraja — Sebanyak 1.014 balita di Kabupaten Buleleng tercatat mengalami stunting per Oktober 2026, berdasarkan data Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (Sigizikesga).
Jumlah tersebut setara dengan 3,47 persen dari total 29.183 balita yang tercatat di Buleleng. Pemerintah Kabupaten Buleleng menyebut angka ini berada di bawah target nasional sebesar 14,2 persen, tetapi pemantauan pertumbuhan anak tetap perlu dilakukan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng memperkuat pencegahan melalui pemantauan pertumbuhan dan pemenuhan gizi anak. Orang tua diingatkan membawa balita ke posyandu secara rutin supaya gangguan pertumbuhan dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.
Mengapa data stunting Buleleng penting bagi orang tua
Posyandu menjadi tempat pemantauan dasar pertumbuhan balita. Pemeriksaan rutin membantu petugas melihat perubahan kondisi anak dan memberi pendampingan kesehatan lebih awal bila ditemukan gangguan pertumbuhan.
Bagi keluarga di Buleleng, langkah yang bisa dilakukan hari ini adalah memastikan jadwal kunjungan balita ke posyandu tidak terlewat. Data per Oktober 2026 menunjukkan masih ada 1.014 balita yang membutuhkan perhatian dalam pemantauan tumbuh kembang.
Informasi pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan juga menempatkan pemenuhan gizi serta pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya menekan stunting. Tidak ada perubahan tarif atau penutupan layanan yang disebutkan dalam laporan; pembaca perlu mengikuti jadwal posyandu di wilayah masing-masing.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Olahraga
Pande Nyoman Sulaksana Putra Sumbang Posisi Ketiga untuk Tim Bali
Pande Nyoman Sulaksana Putra dari Buleleng meraih juara III kategori Triple Putra bersama Tim Bali pada Kejurnas Gateball 2026. Hasil ini menjadi beka…
Terbaru di Data Bali

Berita utama hari ini

Baca juga





