Bali Aktual

Minggu, 1 November 2026

Pendapatan Negara Bali Capai Rp17,20 Triliun hingga Triwulan III

Pendapatan negara Bali mencapai Rp17,20 triliun hingga triwulan III 2026. Penerimaan pajak mencapai Rp12,69 triliun dan tumbuh 8,91 persen secara tahunan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Toples kaca bertuliskan savings berisi koin di samping kalkulator dengan latar biru.
Ilustrasi: Toples kaca bertuliskan savings berisi koin di samping kalkulator dengan latar biru. · Foto: Towfiqu barbhuiya / Pexels

Denpasar — Pendapatan negara Provinsi Bali mencapai Rp17,20 triliun hingga akhir triwulan III 2026, berdasarkan data Kinerja APBN Regional Bali per 30 September 2026 yang disampaikan pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Realisasi tersebut mencapai 61,87 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp27,79 triliun. Penerimaan pajak menjadi salah satu komponen utama dengan realisasi Rp12,69 triliun atau 58,45 persen dari target Rp21,71 triliun. Nilai itu tumbuh 8,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Bali sekaligus Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Bali dan Nusa Tenggara, Arinto Setyo Mulyawan, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Bali, Darmawan, di Denpasar.

Secara keseluruhan, penerimaan perpajakan tercatat Rp13,76 triliun atau 59,09 persen dari target Rp23,28 triliun, dengan pertumbuhan 8,70 persen secara tahunan. Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp1,06 triliun, sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp3,43 triliun atau 76,21 persen dari target Rp4,51 triliun.

Mengapa angka ini penting bagi pembaca Bali

Angka pendapatan negara menunjukkan posisi penerimaan pemerintah dari Bali sampai memasuki triwulan terakhir 2026. Bagi krama, pelaku usaha, dan pekerja di Denpasar maupun kabupaten/kota lain di Bali, bagian pajak memberi gambaran tentang capaian penerimaan yang masih harus dikejar sebelum akhir tahun.

Sektor perdagangan besar dan eceran menyumbang sekitar Rp2,64 triliun. Penyediaan akomodasi dan makan minum menyumbang Rp2,07 triliun, sementara aktivitas keuangan dan asuransi berkontribusi sekitar Rp1,42 triliun. Administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib menyumbang sekitar Rp1,36 triliun, sedangkan industri sekitar Rp895,35 miliar.

Dengan demikian, perubahan yang bisa dipantau pembaca hari ini adalah capaian penerimaan hingga 30 September 2026: pendapatan negara sudah mencapai Rp17,20 triliun, sementara penerimaan pajak berada di Rp12,69 triliun dan tumbuh 8,91 persen secara tahunan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.