Hujan Deras Picu 54 Kejadian Bencana di Bali pada 1–2 November
BPBD Bali mencatat 54 kejadian bencana akibat hujan deras pada 1–2 November 2026. Gianyar menjadi wilayah dengan laporan terbanyak, sementara BMKG memperkirakan hujan hingga lebat pada 1–3 November.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Pelaga — Hujan deras memicu 54 kejadian bencana di tujuh kabupaten/kota Bali pada 1–2 November 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali mencatat kejadian tersebut tersebar di Gianyar, Karangasem, Bangli, Buleleng, Badung, Denpasar, dan Klungkung.
Mengapa ini penting: Sebanyak 54 kejadian bencana tersebar di tujuh kabupaten/kota, sementara hujan hingga lebat masih berpotensi terjadi di sembilan wilayah Bali pada 1–3 November 2026.
Kejadian didominasi tanah longsor dan pohon tumbang yang berdampak pada akses jalan, rumah warga, bangunan, serta fasilitas umum. Data itu disampaikan Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Bali I Wayan Suryawan pada Senin, 2 November 2026, menurut Bali Post dan Tribun Bali.
Gianyar mencatat laporan terbanyak dengan 15 titik, disusul Karangasem 12 titik dan Bangli 11 titik. Selanjutnya, Buleleng mencatat tujuh titik, Badung enam titik, Denpasar dua titik, dan Klungkung satu titik.
Di Kabupaten Badung, longsor dilaporkan terjadi di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Banjar Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Dua orang dilaporkan hilang akibat kejadian tersebut, sementara petugas melakukan penanganan dan asesmen di sejumlah lokasi.
BPBD Bali menyatakan sebagian kejadian telah tertangani, sedangkan beberapa lokasi masih dalam proses penanganan atau asesmen. Tribun Bali melaporkan petugas BPBD di wilayah terdampak diturunkan untuk melakukan penanganan awal dan pendataan kerugian.
Selain dampak bencana, BMKG Wilayah III memperkirakan hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi pada 1–3 November 2026 di Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Bangli, dan Karangasem. Wilayah tersebut masuk kategori waspada dengan potensi curah hujan 150–200 milimeter per dasarian, menurut Bali Post.
BMKG juga menyebut peluang hujan di Bali belum merata pada dasarian pertama November. Wilayah Bali bagian tengah berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang, sementara sebagian wilayah Buleleng, Bangli, dan Karangasem masih menghadapi ancaman kekeringan meteorologis.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Koster Dukung Penindakan WNA dan Penguatan Pengawasan Mulai 2027
Gubernur Bali Wayan Koster mendukung penindakan terhadap WNA yang melanggar aturan. Dalam konferensi pers 26 Oktober 2026, ia juga menyampaikan rencan…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga



