Hujan Deras Picu Tumpukan Sampah di Aliran Tukad Badung
Aliran Tukad Badung di Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar, dipenuhi sampah setelah hujan deras. BPBD Bali mengingatkan risiko aliran tersumbat, luapan, dan genangan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Denpasar — Hujan deras pada Senin (2/11/2026) membuat aliran Tukad Badung di Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar, dipenuhi tumpukan sampah yang hanyut terbawa arus.
Sampah yang terlihat didominasi bekas kemasan air mineral. Sebagian mengambang dan bergerak mengikuti arus, sementara sebagian lain tersangkut di pinggir sungai dan menumpuk di beberapa titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mengingatkan penumpukan sampah, ranting, dan material lain dapat menghambat aliran air serta mengurangi kapasitas penampang sungai. Kondisi itu meningkatkan risiko luapan air dan genangan ketika hujan berintensitas tinggi.
Sampah Tukad Badung dapat memperbesar risiko genangan Denpasar
Bagi pembaca di Kota Denpasar, kondisi ini menjadi pengingat untuk menjaga saluran air di lingkungan masing-masing tetap bersih. Warga juga diminta tidak membuang sampah ke sungai, termasuk saluran yang terhubung ke aliran Tukad Badung.
Pemkot berencana memasang empat alat penahan sampah di Tukad Badung, terdiri atas dua unit trash barrier dan dua unit trash boom. Dua trash barrier dijadwalkan tiba pada pertengahan November 2026, sedangkan dua trash boom direncanakan diterima pada akhir November 2026.
Untuk hari ini, perubahan yang perlu diperhatikan pembaca adalah potensi aliran air tersendat di sekitar saluran dan sungai setelah hujan. Pembersihan drainase di sekitar rumah serta tidak membuang sampah ke sungai menjadi langkah yang diminta BPBD Bali.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Koster Kaji UMP Bali 2027 di Atas Rp3,4 Juta
Wayan Koster menyebut rentang UMP Bali 2027 yang dipertimbangkan berada di atas Rp3,4 juta dan di bawah Rp5,2 juta. Angka itu belum final dan masih di…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga




