Pameran Semarak Jembrana 2026 Hadirkan Job Fair 141 Lowongan
Pameran Semarak Jembrana 2026 resmi dibuka 14 Agustus 2026 di area parkir Kantor Bupati Jembrana.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Negara — Pemerintah Kabupaten Jembrana membuka Pameran Semarak Jembrana 2026 di area parkir Kantor Bupati Jembrana pada Jumat, 14 Agustus 2026, sebagai bagian rangkaian Festival Semarak Jembrana 2026 dan peringatan HUT ke-131 Kota Negara.
Pameran kerajinan, UMKM, kuliner, dan ekonomi kreatif itu dirancang dengan konsep interaktif dan dijadwalkan berlangsung selama 10 hari hingga 23 Agustus 2026, dengan berbagai aktivitas seperti demonstrasi memasak, mural dan lukis, fotografi, hingga konten kreator yang melibatkan komunitas lokal menurut pemberitaan media nasional dan lokal.
Menurut laporan NusaBali, pameran tahun ini diikuti 134 peserta yang terbagi atas 75 peserta kerajinan dan komunitas seni ekonomi kreatif, 27 peserta kuliner, 6 peserta flora dan fauna, serta 26 stan instansi.
Panitia juga menyiapkan layanan job fair atau bursa kerja sebagai salah satu agenda utama untuk memperluas kesempatan kerja bagi warga Jembrana. Pemerintah daerah menyebut bursa kerja tersebut melibatkan 18 perusahaan dan 4 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dengan total 141 jenis lowongan dan proyeksi penyerapan tenaga kerja hingga 8.454 orang.
Rangkaian pameran dan festival
Pameran Semarak Jembrana 2026 menjadi bagian dari rangkaian Festival Semarak Jembrana 2026 yang digelar pemerintah daerah untuk memperingati HUT ke-131 Kota Negara, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali.
Menurut Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUP) Jembrana, pameran ini dirancang sebagai ajang promosi produk unggulan UMKM, kerajinan, serta kuliner khas daerah sekaligus ruang interaksi antara pelaku usaha dengan masyarakat.
Konsep interaktif dihadirkan melalui beragam aktivitas langsung di area pameran seperti live cooking, mural dan lukis, fotografi, serta konten digital oleh komunitas kreatif setempat. Kegiatan seni budaya yang menjadi bagian festival berlangsung sepanjang periode 14–23 Agustus 2026 dan melibatkan ribuan seniman, pelajar, dan komunitas dari seluruh kecamatan di Jembrana.
Fokus pada UMKM dan pencari kerja
Dalam sambutan pembukaan, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyatakan pameran diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, dan memperluas kerja sama. Pemerintah daerah mendorong pelaku UMKM dan ekonomi kreatif memanfaatkan pameran tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai langkah untuk naik kelas dan memperkuat usaha.
Bupati juga mengajak generasi muda Jembrana memanfaatkan peluang bursa kerja dan pelatihan untuk menambah pengalaman, termasuk di luar daerah, sebelum kembali membangun usaha dan karier di kampung halaman. Lembaga Pelatihan Kerja yang terlibat dalam pameran mengisi sejumlah kegiatan, seperti sesi informasi pelatihan dan aktivitas langsung selama pameran berlangsung.
Maskot bunga cempaka dalam busana adat
Pembukaan Pameran Semarak Jembrana 2026 sekaligus menegaskan posisi bunga cempaka sebagai maskot daerah yang tercermin dalam busana adat masyarakat Jembrana. Pemerintah daerah mengaitkan simbol cempaka dengan identitas budaya Jembrana, melanjutkan pencanangan sebelumnya yang menjadikan bunga cempaka sebagai ikon seni tari dan maskot kabupaten.
Penggunaan bunga cempaka pada udeng dan busana adat perempuan diarahkan untuk dipraktikkan dalam kegiatan adat, pemerintahan, dan persembahyangan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya serta pengurangan penggunaan hiasan berbahan plastik.
Melalui pameran, festival, dan penguatan simbol budaya seperti bunga cempaka, pemerintah Kabupaten Jembrana berharap rangkaian Semarak Jembrana 2026 memberi dampak terukur bagi kesejahteraan masyarakat melalui penguatan usaha lokal, promosi seni budaya, dan perluasan kesempatan kerja.
Sumber
Berita berikutnya

Prabowo Tetapkan Jakarta dan Bali sebagai Lokasi PFII
Presiden Prabowo Subianto menetapkan Jakarta dan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

