KPN Rupekes Kembangkan Empat Unit Usaha di RSUD Buleleng
KPN Rupekes RSUD Buleleng mengembangkan empat unit usaha sejak melakukan pembenahan pada 2024.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Singaraja — Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Rupekes RSUD Buleleng mengembangkan empat unit usaha sejak kembali aktif dan melakukan pembenahan pada 2024. Menurut Ketua Pengurus KPN Rupekes Dewa Made Angga Kusuma Putra, langkah ini ditempuh untuk memperkuat manfaat ekonomi bagi para anggota di lingkungan RSUD Buleleng.
Saat ini empat unit usaha yang dijalankan terdiri atas Waserda, ritel makanan dan minuman, alat tulis kantor (ATK) dan konveksi, serta pengelolaan lahan parkir. Dari empat unit tersebut, tiga unit telah mulai menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU), sementara unit parkir masih baru berjalan efektif sekitar tiga bulan.
Dewa Made Angga Kusuma Putra menjelaskan, pengembangan usaha dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan pegawai. Menurut dia, koperasi tidak hanya diarahkan pada fungsi simpan pinjam, tetapi juga pada penyediaan barang dan layanan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh anggota.
Empat unit usaha dan layanan anggota
Unit Waserda menjadi salah satu tumpuan layanan belanja bagi anggota. Koperasi menyediakan promo khusus dan voucher anggota yang dapat digunakan saat berbelanja di Waserda. Menurut penjelasan Dewa Made Angga Kusuma Putra yang dikutip RRI, voucher anggota terhubung dengan aplikasi koperasi.
Dalam keterangan tersebut, ia menyebut simpanan wajib anggota dapat dipotong otomatis melalui aplikasi ketika melakukan transaksi dengan memindai kode batang pada kasir Waserda. Mekanisme ini dirancang untuk menstimulasi transaksi di Waserda sekaligus memudahkan anggota dalam memanfaatkan fasilitas usaha koperasi.
Unit ATK dan konveksi disiapkan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan kerja dan pakaian dinas pegawai, sedangkan ritel makanan dan minuman diluncurkan antara lain melalui Mahottama Mart, ritel yang buka 24 jam untuk melayani kebutuhan dasar pasien, keluarga penunggu, dan staf rumah sakit. Pemerintah Kabupaten Buleleng menyebut Mahottama Mart dan Waserda diluncurkan bersamaan sebagai bagian dari pengembangan usaha KPN Rupekes.
Pengelolaan lahan parkir menjadi unit keempat dan paling baru. Menurut Dewa Made Angga Kusuma Putra, unit ini mulai efektif berjalan sekitar tiga bulan dan masih dalam tahap awal sehingga belum mencetak SHU seperti tiga unit usaha lain.
Keanggotaan dan pembagian SHU
RRI melaporkan, koperasi saat ini memiliki sekitar 600 anggota dari total sekitar 1.300 pegawai RSUD Buleleng. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka bagi pegawai rumah sakit sesuai ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (ADART). Dengan jumlah tersebut, koperasi melayani kurang dari separuh pegawai RSUD Buleleng.
KPN Rupekes menargetkan jumlah anggota meningkat menjadi sekitar 1.000 orang dalam lima tahun. Target ini diharapkan memperluas basis pengguna unit usaha dan meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatan koperasi.
Dari sisi pembagian SHU, sebanyak 55 persen dialokasikan untuk anggota sesuai ketentuan yang tercantum dalam ADART koperasi. Dokumen anggaran rumah tangga KPN Rupekes menyebut bidang usaha koperasi meliputi simpan pinjam dan unit usaha lain, dengan penekanan pada penghimpunan dana simpanan dari anggota. Namun, dokumen tersebut tidak memerinci pembagian persentase SHU per kategori.
Digitalisasi dan tata kelola
Digitalisasi menjadi salah satu instrumen yang digunakan koperasi untuk memperkuat keterbukaan dan kepercayaan anggota. RRI melaporkan, KPN Rupekes mengembangkan aplikasi untuk mendukung pencatatan simpanan wajib, transaksi di Waserda, dan pemanfaatan voucher anggota. Pengurus menyebut pemotongan simpanan wajib dan penggunaan voucher dapat dilakukan otomatis melalui aplikasi dengan pemindaian kode batang.
Pengembangan empat unit usaha dilakukan setelah koperasi kembali aktif dan melakukan konsolidasi sejak 2024. Penelitian mengenai koperasi pegawai negeri di Kecamatan Buleleng menunjukkan KPN Rupekes kembali tercatat aktif dengan pertumbuhan modal, SHU, dan aset pada periode 2023–2024. Hal ini menjadi latar penguatan usaha koperasi di lingkungan RSUD Buleleng.
Pengurus menyatakan, diversifikasi usaha diharapkan memperluas manfaat bagi anggota melalui akses barang dan layanan, potongan harga, serta bagian SHU yang dibagikan setiap tahun. Namun, nilai modal pengembangan, besaran SHU yang telah dihasilkan, serta rincian omzet masing-masing unit usaha belum dipublikasikan dalam keterangan yang tersedia.
Sumber
- RRI Singaraja - "KPN Rupekes Kembangkan Empat Unit Usaha untuk Perkuat Manfaat Bagi Anggota"
- Dokumen Anggaran Rumah Tangga KPN Rupekes (PDF)
- Pemkab Buleleng - "Jaga Pasien di RSUD Buleleng Makin Nyaman, Ada Mahottama Mart Buka 24 Jam"
- Repo Undiksha - Penelitian Koperasi Pegawai Negeri di Kecamatan Buleleng (BAB I)
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Data Bali
Harga Beras dan Cabai di Bali 19 September 2026: Data Sigapura Terbaru
Data resmi Sigapura dan pemantauan harga Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan rincian harga beras dan cabai di Bali pada 13 dan 19 September 2026.
Terbaru di Ekonomi
Berita utama hari ini

Baca juga



