Bali Aktual

Sabtu, 3 Oktober 2026

Klungkung Uji Coba Lima Kendaraan Listrik Roda Tiga di Nusa Penida

Pemkab Klungkung menjadwalkan uji coba lima kendaraan listrik roda tiga di Nusa Penida pada Oktober 2026. Program ini terkait target green island 2030.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: 081 Nr Klungkung, Bali 1971.
Foto arsip: 081 Nr Klungkung, Bali 1971. · Foto: wilford peloquin / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Klungkung — Pemkab Klungkung menjadwalkan uji coba lima kendaraan listrik roda tiga di Nusa Penida pada Oktober 2026, sebagai tahap awal program Nusa Penida sebagai pulau hijau pada 2030.

Rencana itu disampaikan setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 30 September 2026 di Wyndham Tamansari Jivva Resort, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Kerja sama melibatkan Pemerintah Kabupaten Klungkung, PT INAKO Kreta Udhaya, Korea Smart e-Mobility Association (KEMA), Korea Automotive Technology Institute (KATECH), dan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali.

Lima kendaraan tersebut akan dipakai dalam proyek percontohan berskala kecil untuk fungsi khusus. Laporan yang tersedia menyebut pengoperasian kendaraan ditujukan antara lain untuk pengangkutan sampah, kendaraan pendingin, dan pengangkutan barang.

Mengapa ini penting bagi pembaca di Nusa Penida

Uji coba ini menjadi langkah awal perubahan moda kerja di kawasan wisata dan permukiman Nusa Penida. Bagi krama dan pelaku usaha, dampak langsung yang disebut dalam laporan adalah hadirnya kendaraan listrik untuk fungsi khusus, bukan perubahan tarif atau jadwal angkutan penumpang.

Program tersebut juga berkaitan dengan rencana menjadikan Nusa Penida sebagai green island. Dalam konteks ini, pulau hijau berarti arah pengembangan kawasan yang menggabungkan kendaraan listrik dan energi terbarukan. Infrastruktur pendukungnya mencakup sistem penukaran baterai atau Battery Swap System.

Pengembangan berikutnya ditargetkan berlangsung pada 2027 dengan lebih dari 30 kendaraan listrik di Bali. Laporan juga menyebut rencana penerapan stasiun baterai dengan sistem Battery as a Service (BaaS) dan Virtual Power Plant (VPP) berbasis penukaran baterai.

Untuk pembaca hari ini, belum ada laporan tentang perubahan tarif, jalur, atau jadwal layanan penumpang akibat uji coba tersebut. Perubahan yang sudah dapat dicatat adalah jadwal proyek percontohan: lima kendaraan listrik roda tiga mulai dioperasikan pada Oktober 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.