Pondok Literasi Sabih Rawat Budaya dan Lingkungan di Pedawa
Podcast RRI Singaraja pada 30 September 2026 menyoroti Pondok Literasi Sabih di Desa Pedawa. Lembaga ini menggabungkan pendidikan lingkungan dengan penyelamatan permainan dan lagu tradisional.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Pedawa — Pondok Literasi Sabih di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, menjadi sorotan dalam podcast RRI Singaraja pada Rabu, 30 September 2026. I Wayan Sadyana, akademisi sekaligus penggerak adat Desa Adat Pedawa, menjelaskan gerakan yang menghubungkan pendidikan lingkungan dengan pelestarian budaya.
Sadyana mendirikan Pondok Literasi Sabih pada 18 Agustus 2018 di Desa Pedawa. Ruang ini berfokus pada pendidikan lingkungan, literasi anak-anak, serta penyelamatan permainan dan lagu tradisional khas Pedawa agar tidak punah.
Pondok Literasi Sabih menghubungkan lingkungan dan budaya
Pembahasan podcast menempatkan ritual keagamaan, budaya Bali, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu rangkaian. Bagi pembaca di Buleleng, perubahan yang ditawarkan bukan jadwal atau tarif baru, melainkan cara mengikuti kegiatan budaya dengan memahami hubungan tradisi dan lingkungan di desa.
Pondok Literasi Sabih kini disebut berkembang menjadi ruang kolaborasi budaya berskala internasional. Pada 19–21 September 2026, sebanyak 14 mahasiswa bersama seorang dosen pembimbing dari Universitas Waseda, Jepang, mengikuti kolaborasi literasi di tempat itu. Anak-anak Desa Pedawa ikut menjadi pelaku utama dalam pertukaran pengetahuan dan budaya.
Kegiatan tersebut juga memperkenalkan sumber-sumber air yang berkaitan dengan kehidupan adat Pedawa. Peserta mempelajari pertanian lokal, mengunjungi rumah adat Mesegali dan Seridandan yang baru direvitalisasi, serta menyaksikan gembeng, tradisi musik yang semakin langka.
Pelestarian budaya berlanjut melalui Sekolah Adat Manik Empul yang berdiri pada Oktober 2024. Lembaga ini menjalankan program Revitalisasi Bahasa Pedawa dan Pelestarian Rumah Adat Masegali. Pendidikan tersebut diarahkan untuk membantu generasi muda merawat rumah adat sekaligus material alamnya.
Untuk pembaca hari ini, informasi utamanya adalah keberadaan Pondok Literasi Sabih sebagai ruang pendidikan lingkungan dan pelestarian permainan serta lagu tradisional di Desa Pedawa. Laporan yang tersedia tidak menyebut perubahan tarif, jadwal kunjungan, jalur, atau tenggat baru.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Budaya

Landak Jawa yang Dirawat Warga Prancis Diserahkan ke BKSDA Bali
BKSDA Bali menerima seekor landak Jawa dari warga negara Prancis di Amed, Karangasem, pada 30 September 2026 setelah satwa itu dirawat sekitar 1 bulan…
Berita utama hari ini


