Bali Aktual

Sabtu, 3 Oktober 2026

Kalender Bali Menilai 2 Oktober Baik Menyusun Awig-awig

Kalender Bali menilai Jumat, 2 Oktober 2026 baik untuk menyusun awig-awig dan aturan. Hari yang sama juga dinilai mendukung pembuatan tempat berdagang serta mulai berjualan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan udara terasering sawah hijau yang dikelilingi pohon kelapa.
Ilustrasi: Pemandangan udara terasering sawah hijau yang dikelilingi pohon kelapa. · Foto: Tom Fisk / Pexels

Denpasar — Kalender Bali menyebut Jumat, 2 Oktober 2026 baik untuk membuat awig-awig, peraturan, atau undang-undang di Bali.

Penilaian itu merujuk pada ala ayuning dewasa, yaitu perhitungan hari yang digunakan untuk melihat kecocokan waktu bagi kegiatan tertentu. Balipost menjelaskan bahwa tradisi ini memakai unsur penanggalan Bali seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa.

Dalam keterangan untuk 2 Oktober 2026, unsur Dauh Ayu dinilai baik untuk membuat awig-awig, peraturan-peraturan, atau undang-undang, serta baik untuk membangun. Awig-awig adalah aturan adat yang menjadi pedoman krama di desa adat atau banjar.

Yang Berubah bagi Krama Bali Hari Ini

Catatan kalender ini dapat menjadi pertimbangan awal bagi desa adat, banjar, dan krama yang sedang menyusun atau membahas aturan. Namun, laporan Balipost menyebut keputusan penting atau kegiatan ritual adat tetap disarankan dikonsultasikan dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Kalender yang sama juga mencatat Sedana Yoga sebagai waktu yang baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, dan mulai berjualan karena diharapkan membawa rezeki. Sebaliknya, terdapat keterangan bahwa hari ini tidak baik untuk membakar atau mengubur jenazah.

Informasi ini merupakan panduan ala ayuning dewasa, bukan jadwal resmi pemerintah atau perubahan aturan hukum. Bagi pembaca di kabupaten dan kota di Bali, hal yang dapat dipakai hari ini adalah menjadikan 2 Oktober 2026 sebagai salah satu pertimbangan saat menyusun awig-awig, menyiapkan tempat berdagang, atau memulai jualan, dengan keputusan adat tetap mengikuti pemangku setempat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.