Bali Aktual

Selasa, 29 September 2026

Tradisi Ngaro Warga Madura Pindahkan Persembahan ke Pantai Siut

Warga Arya Madura Banjarangkan memindahkan puncak persembahan Tradisi Ngaro ke Pantai Siut, Gianyar, pada 27 September 2026 karena abrasi di Pantai Tegal Besar.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan pantai berpasir hitam dengan ombak laut dan barisan pohon cemara di tepinya.
Ilustrasi: Pemandangan pantai berpasir hitam dengan ombak laut dan barisan pohon cemara di tepinya. · Foto: Wictor Sparrow / Pexels

Banjarangkan — Warga Arya Madura di Banjarangkan, Klungkung, menggelar puncak Tradisi Ngaro di Pantai Siut, Gianyar, pada 27 September 2026 pukul 00.00 WITA.

Puncak persembahan sesajen dan banten tahun ini dipindahkan dari Pantai Tegal Besar karena abrasi. Prosesi tersebut menjadi bagian dari tradisi warga keturunan Madura di Pura Kawitan Dadia Arya Dalem Madura, Dusun Selat, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.

Sebelum menuju pantai, warga mengarak tapakan atau pratima dari pura dengan berjalan kaki. Rangkaian pembuatan banten dimulai pukul 18.00 WITA hingga tengah malam. Sebanyak 30 kepala keluarga warga Arya Madura Banjarangkan mengikuti rangkaian tradisi ini.

Pemindahan lokasi mengubah titik persembahan

Bagi pembaca di Bali, perubahan ini penting karena Pantai Tegal Besar tidak menjadi lokasi puncak persembahan pada pelaksanaan tahun ini. Titik yang digunakan adalah Pantai Siut di Kabupaten Gianyar, sementara rangkaian utama warga tetap berpusat di Pura Kawitan Dadia Arya Dalem Madura, Dusun Selat, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.

Tradisi Ngaro digelar pada malam Purnama Kapat dan disebut sebagai warisan leluhur asal Madura yang dilestarikan secara turun-temurun oleh keturunan Raja Madura di Banjarangkan. Ritual ini berakar dari upacara penebusan dosa leluhur yang dikaitkan dengan Adipati Arya Kuda Pinolih.

Upacara dipuput oleh Jero Mangku setempat. Saat prosesi berlangsung, warga minim menggunakan gamelan dan sinar lampu sebagai penerang. Setelah upacara selesai, persembahan berupa tumpeng dan banten lainnya dibagikan kepada warga Arya Madura serta pemedek umum yang hadir.

Informasi yang tersedia tidak menyebutkan perubahan tarif, jadwal kunjungan, atau penutupan jalur bagi pembaca. Fakta yang berubah pada hari pelaksanaan adalah lokasi puncak persembahan: dari Pantai Tegal Besar di Klungkung ke Pantai Siut di Gianyar.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.