Bali Aktual

Selasa, 29 September 2026

Giri Prasta Ajak Umat Hindu Perkuat Menyama Braya di Pura Lempuyang

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri rangkaian melaspas, mendem pedagingan, dan pujawali Catur Rebah Mapadudusan Alit di Pura Lempuyang Madya pada 26 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Patung naga batu berukir khas Bali di tangga sebuah pura dengan latar pepohonan.
Ilustrasi: Patung naga batu berukir khas Bali di tangga sebuah pura dengan latar pepohonan. · Foto: Pragyan Bezbaruah / Pexels

Pura Lempuyang Madya — Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri rangkaian upacara melaspas, mendem pedagingan, dan pujawali Catur Rebah Mapadudusan Alit di Pura Lempuyang Madya pada Sabtu, 26 September 2026.

Mengapa ini penting: Umat Hindu dan masyarakat Karangasem mendapat informasi tentang pesan pelestarian adat serta rangkaian upacara keagamaan yang berlangsung di Pura Lempuyang Madya pada 26 September 2026.

Dalam acara itu, Giri Prasta mengajak umat Hindu memperkuat semangat menyama braya dan gotong royong untuk menjaga keberlangsungan adat, tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal Bali, menurut RRI Denpasar.

Ikuti prosesi mendem pedagingan

Giri Prasta mengikuti prosesi mendem pedagingan bersama para pemedek. Rangkaian tersebut merupakan bagian dari upacara penyucian bangunan suci.

Menurut RRI Denpasar, prosesi itu berkaitan dengan filosofi Tri Hita Karana, yakni keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Dalam sambutannya, Giri Prasta juga menguraikan sejarah dan nilai spiritual Pura Lempuyang. Penjelasan tersebut merujuk pada lontar kuno Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul, menurut Tribun Bali.

Tribun Bali melaporkan bahwa rangkaian upacara berlangsung di Pura Lempuyang Madya, Karangasem, pada 26 September 2026. Laporan itu juga menyebut keterkaitan sejarah Pura Lempuyang dengan legenda pemindahan puncak Gunung Mahameru ke Pulau Jawa oleh para dewa.

RRI Denpasar menyebut ajakan memperkuat menyama braya disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.