IKK Bali Juli 2026 di Zona Optimistis, Ekonomi Tumbuh 5,78 Persen
Bank Indonesia dan BPS mencatat konsumsi rumah tangga serta optimisme konsumen tetap menjadi penopang utama perekonomian Bali.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Bali menyatakan konsumsi rumah tangga tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah, seiring Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali yang bertahan pada zona optimistis dan berada di atas rata-rata nasional pada pertengahan 2026.
Survei konsumen yang dirilis Bank Indonesia secara nasional menunjukkan IKK Indonesia pada Juli 2026 berada di level 116,8, masih di atas batas optimistis 100. Sementara itu, pemberitaan media lokal pada pertengahan September 2026 merujuk data BI Bali yang mencatat IKK Bali sebesar 126,3 pada Juli 2026 dan 123,8 pada Agustus 2026, jauh di atas ambang optimistis dan tetap lebih tinggi dari capaian nasional.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani dalam sejumlah pernyataan publik menyebut keyakinan konsumen yang tinggi mencerminkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi Bali yang membaik. Indeks di atas 100 digunakan BI sebagai penanda bahwa konsumen berada dalam posisi optimistis terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan rencana konsumsi ke depan.
IKK Bali dan posisi terhadap nasional
Menurut laporan Survei Konsumen Bank Indonesia untuk Juli 2026, keyakinan konsumen nasional ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat 107,9 dan 125,7, keduanya berada di zona optimistis meski sedikit menurun dibanding bulan sebelumnya.
Di tingkat daerah, laporan media berbasis data BI Bali menyebut IKK Bali pada Juli 2026 sebesar 126,3, kemudian menyesuaikan menjadi 123,8 pada Agustus 2026, tetapi tetap dikategorikan optimistis dan lebih tinggi dibandingkan IKK nasional. Achris Sarwani menjelaskan penyesuaian tersebut tidak mengubah kondisi fundamental optimisme masyarakat Bali terhadap perekonomian.
Dalam pemberitaan lain, BI Bali juga menekankan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian bersama komponen lain seperti belanja pemerintah dan investasi, sejalan dengan tren IKK yang berada di atas 120 di Bali.
Pertumbuhan ekonomi Bali triwulan II 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat perekonomian Bali pada triwulan II 2026 tumbuh 5,78 persen secara tahunan (year on year), meningkat dari 5,58 persen pada triwulan I 2026 dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Secara triwulanan, ekonomi Bali pada triwulan II 2026 tumbuh 6,91 persen dibanding triwulan I 2026. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai sekitar Rp89,27 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK 2010) sebesar Rp47,34 triliun.
Laporan BPS dan kajian Kementerian Keuangan menunjukkan struktur ekonomi Bali dari sisi produksi masih didominasi lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum dengan kontribusi sekitar 21,91 persen terhadap PDRB triwulan II 2026. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi komponen terbesar dengan porsi sekitar 51,14 persen, menegaskan peran konsumsi sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi Bali.
Sektor penopang dan kebijakan lanjutan
Achris Sarwani menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II 2026 didorong oleh hampir seluruh lapangan usaha, dengan dukungan yang semakin kuat dari sektor pertanian dan konstruksi, meski lapangan usaha transportasi dan pergudangan tercatat masih terkontraksi.
BPS Bali mencatat pertumbuhan tinggi pada pengadaan listrik dan gas, administrasi pemerintahan, konstruksi, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran. Sektor pariwisata yang tercermin dalam penyediaan akomodasi dan makan minum tetap menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB Bali.
Sejalan dengan capaian tersebut, Bank Indonesia Provinsi Bali dalam laporan perekonomian daerah menyebut akan melanjutkan sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas harga, antara lain melalui forum Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Sumber
- Bank Indonesia – Survei Konsumen Juli 2026: Keyakinan Konsumen Terjaga
- GoodStats – Pertumbuhan Ekonomi Bali Triwulan II-2026 (berdasarkan publikasi BPS)
- Bali Post – Ekonomi Bali Tumbuh 5,78 Persen, Pariwisata Masih Mendominasi
- Bisnis.com – Didorong Belanja Pemerintah dan Konsumsi Listrik, Ekonomi Bali Tumbuh 5,78%
- Kanwil DJPb Bali – Press Release Realisasi APBN di Provinsi Bali s.d. 31 Juli 2026
- RRI Denpasar – Ekonomi Tumbuh 5,78 Persen, BI Dorong Pemerataan Investasi Non-Bali Selatan
- Teras Bali News – IKK Bali Agustus 2026 Tetap Optimistis, Lebih Tinggi dari Nasional
- NusaBali – GMNI: UMP Bali Harus Naik
Berita berikutnya

Pendamping PLUT Buleleng Minta UMKM Siapkan Stok dan Legalitas sebelum Go Digital
Pendamping PLUT KUMKM Buleleng, Mubayyinudin, mengingatkan pelaku UMKM menyiapkan kapasitas produksi, stok, kemasan, dan legalitas sebelum memperluas…

