Buleleng Didorong Bangun Industri Pengolahan Pertanian dan Kelautan
FGD BALINOMICS pada 5 November 2026 mendorong industri pengolahan hasil pertanian dan kelautan di Buleleng. Hilirisasi diarahkan menaikkan nilai tambah tanpa mengabaikan lingkungan Bali.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Singaraja — FGD BALINOMICS pada 5 November 2026 menempatkan industri pengolahan pertanian dan kelautan sebagai sumber pertumbuhan baru Bali Utara selain pariwisata. Forum ini berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Kabupaten Buleleng, dan melibatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bank Indonesia, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Bank Indonesia mendorong komoditas pertanian, kelautan, dan perikanan di Bali Utara tidak berhenti sebagai bahan mentah. Pengolahan dengan dukungan teknologi dan inovasi dinilai dapat meningkatkan nilai tambah, membuka peluang usaha, dan memperluas kesempatan ekonomi masyarakat. Salah satu peluang yang dibahas ialah pengembangan produk ekstrak alami berbasis komoditas lokal.
Pengembangan ini diarahkan berjalan bersama sektor unggulan daerah, termasuk pertanian, perikanan, pariwisata, dan kebudayaan. Konektivitas antara sektor-sektor tersebut disebut penting agar hasil produksi lokal dapat masuk ke rantai ekonomi yang lebih luas.
Industri pengolahan memberi nilai tambah bagi Buleleng
Bagi pembaca di Buleleng, arah kebijakan ini berarti peluang ekonomi tidak hanya bertumpu pada kunjungan wisatawan. Petani, nelayan, pelaku UMKM, dan pengusaha pengolahan berpotensi memperoleh ruang lebih besar untuk mengembangkan produk dari bahan lokal. Nilai ekonomi juga diharapkan lebih banyak berputar di daerah ketika komoditas diolah sebelum dipasarkan.
Forum tersebut tetap memberi catatan bahwa pertumbuhan ekonomi harus menjaga lingkungan Bali. Pengembangan industri pengolahan pertanian dan kelautan perlu memperhatikan kelestarian sumber daya alam yang menjadi dasar kehidupan masyarakat dan kekuatan pariwisata.
Buleleng didorong membangun industri pengolahan berbasis hasil pertanian dan kelautan, bukan hanya menjual komoditas dalam bentuk mentah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
BI dan Pemkab Buleleng Bahas Strategi Pemerataan Ekonomi Bali Utara
Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Buleleng membahas tiga strategi pemerataan ekonomi: konektivitas utara–selatan, pariwisata berkelanjutan, sert…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





