Bali Aktual

Sabtu, 7 November 2026

Buleleng Didorong Bangun Industri Pengolahan Pertanian dan Kelautan

FGD BALINOMICS pada 5 November 2026 mendorong industri pengolahan hasil pertanian dan kelautan di Buleleng. Hilirisasi diarahkan menaikkan nilai tambah tanpa mengabaikan lingkungan Bali.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Berbagai macam rempah-rempah kering dan kayu manis tersusun dalam kotak kayu bersekat.
Ilustrasi: Berbagai macam rempah-rempah kering dan kayu manis tersusun dalam kotak kayu bersekat. · Foto: Lucas Andrade / Pexels

Singaraja — FGD BALINOMICS pada 5 November 2026 menempatkan industri pengolahan pertanian dan kelautan sebagai sumber pertumbuhan baru Bali Utara selain pariwisata. Forum ini berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Kabupaten Buleleng, dan melibatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bank Indonesia, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Bank Indonesia mendorong komoditas pertanian, kelautan, dan perikanan di Bali Utara tidak berhenti sebagai bahan mentah. Pengolahan dengan dukungan teknologi dan inovasi dinilai dapat meningkatkan nilai tambah, membuka peluang usaha, dan memperluas kesempatan ekonomi masyarakat. Salah satu peluang yang dibahas ialah pengembangan produk ekstrak alami berbasis komoditas lokal.

Pengembangan ini diarahkan berjalan bersama sektor unggulan daerah, termasuk pertanian, perikanan, pariwisata, dan kebudayaan. Konektivitas antara sektor-sektor tersebut disebut penting agar hasil produksi lokal dapat masuk ke rantai ekonomi yang lebih luas.

Industri pengolahan memberi nilai tambah bagi Buleleng

Bagi pembaca di Buleleng, arah kebijakan ini berarti peluang ekonomi tidak hanya bertumpu pada kunjungan wisatawan. Petani, nelayan, pelaku UMKM, dan pengusaha pengolahan berpotensi memperoleh ruang lebih besar untuk mengembangkan produk dari bahan lokal. Nilai ekonomi juga diharapkan lebih banyak berputar di daerah ketika komoditas diolah sebelum dipasarkan.

Forum tersebut tetap memberi catatan bahwa pertumbuhan ekonomi harus menjaga lingkungan Bali. Pengembangan industri pengolahan pertanian dan kelautan perlu memperhatikan kelestarian sumber daya alam yang menjadi dasar kehidupan masyarakat dan kekuatan pariwisata.

Buleleng didorong membangun industri pengolahan berbasis hasil pertanian dan kelautan, bukan hanya menjual komoditas dalam bentuk mentah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.