BRI Nusa Dua Eco Market 2026 Rangkul 50 UMKM di The Nusa Dua
BRI Nusa Dua Eco Market 2026 digelar pada 8–9 Agustus 2026 di Sidewalk Peninsula Island, The Nusa Dua, Badung.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Badung — BRI Nusa Dua Eco Market 2026 yang digelar pada Sabtu–Minggu, 8–9 Agustus 2026, di Sidewalk Peninsula Island, kawasan The Nusa Dua, Badung, menghadirkan sekitar 50 tenant pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta komunitas kreatif.
Acara kolaborasi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) ini mengusung tema “Connecting Culture, Community, and Sustainable Living” dan dikemas sebagai wadah promosi produk lokal, pertunjukan budaya, serta edukasi gaya hidup berkelanjutan bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
Kurasi produk lokal dan dukungan UMKM
Menurut siaran pers ITDC dan laporan beberapa media lokal, Eco Market menjadi ruang kurasi utama bagi pelaku UMKM yang menawarkan produk kuliner, fesyen, kriya, serta produk kreatif dan ramah lingkungan.
ITDC menyebut lebih dari 50 tenant mengikuti kegiatan ini, terdiri atas UMKM, komunitas kreatif, dan penyedia produk berkelanjutan. Gubernur Bali Wayan Koster yang membuka acara memberi perhatian khusus kepada 50 tenant UMKM yang berpartisipasi dan menekankan agar pelaku usaha tidak pulang membawa dagangan, sebagai dorongan untuk meningkatkan transaksi penjualan selama festival.
Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati beragam produk unggulan UMKM, kuliner Nusantara, dan produk ramah lingkungan, yang diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi lokal di kawasan The Nusa Dua.
Program apresiasi dan aktivitas pengunjung
Sejumlah laporan media menyebut adanya program apresiasi bagi pengunjung, antara lain voucer bagi pengunjung awal yang datang ke area Eco Market, yang ditujukan untuk mendorong kedatangan lebih dini dan memberikan dukungan langsung kepada stan UMKM.
Di luar area penjualan, rangkaian acara diisi dengan berbagai kegiatan komunitas, seni, budaya, olahraga, dan hiburan. Direktur Operasi ITDC Troy Reza Waroka menjelaskan bahwa BRI Nusa Dua Eco Market 2026 merupakan bagian dari program destination activation untuk menghidupkan kawasan pariwisata dan memperkaya pengalaman wisatawan, dengan aktivitas seperti workshop, yoga, zumba, talk show, kuis, tari Nusantara, hingga pertunjukan dan parade bertema Bali.
ITDC menegaskan bahwa acara ini dirancang bukan sekadar pasar akhir pekan, tetapi sebagai platform bagi UMKM dan komunitas kreatif untuk memperluas akses pasar, membangun jejaring, dan memamerkan karya kepada wisatawan domestik dan internasional yang berkunjung ke The Nusa Dua.
Budaya dan edukasi keberlanjutan
Dalam konteks pariwisata berkelanjutan, ITDC menyebut BRI Nusa Dua Eco Market 2026 sebagai bagian dari strategi pengembangan destinasi dengan menautkan promosi produk lokal, pelestarian budaya, dan edukasi lingkungan.
Konsep “Connecting Culture, Community, and Sustainable Living” diterapkan melalui perpaduan pertunjukan seni dan budaya, musik, serta kegiatan edukatif yang berkaitan dengan praktik ramah lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan.
Beberapa media lokal mencatat bahwa acara ini berlangsung di tengah tren kenaikan kinerja pariwisata di Badung, dengan harapan agar perputaran ekonomi dari wisatawan yang datang ke Nusa Dua dapat lebih dirasakan oleh pelaku UMKM di kawasan tersebut.
Konteks dan dampak ekonomi
Menurut ITDC, BRI Nusa Dua Eco Market 2026 merupakan bagian dari rangkaian acara strategis untuk memperkuat daya tarik The Nusa Dua sebagai destinasi yang menonjolkan kualitas pengalaman wisata dan praktik pariwisata berkelanjutan.
Acara ini dimaksudkan sebagai ruang pertemuan antara produk UMKM dan pasar wisatawan yang berkunjung ke kawasan Nusa Dua, serta sebagai sarana pemberdayaan UMKM, pelaku ekonomi lokal, dan komunitas kreatif.
Laporan resmi yang tersedia menekankan antusiasme pengunjung dan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ekosistem UMKM. Namun, hingga pertengahan Agustus 2026, publikasi dari penyelenggara dan media belum merinci nilai transaksi, jumlah total pengunjung, ataupun data kesinambungan kemitraan bisnis yang terbentuk setelah acara.
Sumber
- ITDC – Press Release "ITDC and BRI Promote Sustainable Tourism through the BRI Nusa Dua Eco Market 2026"
- Fajar Bali – "BRI Nusa Dua Eco Market 2026, Strategi ITDC Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan"
- Pemprov Bali – "Gubernur Wayan Koster Dorong Nusa Dua Eco Market Jadi Ruang Ekonomi yang Hidup"
- Kabar Bali Satu – "Buka Nusa Dua Eco Market 2026, Koster Soroti Kenaikan PHR Bali"
- Kabarnusa – "Okupansi Hotel Melesat dan PHR Tembus Rp4,1 Triliun, ITDC-BRI Hadirkan Solusi Konkret untuk UMKM"
- KumparanBisnis – "Kemeriahan & Inspirasi Hijau di BRI Eco Culture Market 2026 Bali"
- Suara.com
Berita berikutnya
Barantin Siapkan Tim Protokol Ekspor Salak Bali ke Vietnam
Badan Karantina Indonesia menyiapkan tim khusus untuk merumuskan protokol karantina antarpemerintah antara Indonesia dan Vietnam bagi ekspor salak Bal…
Baca juga




