Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

BPBD Denpasar Bentuk Posko Siaga di Tiap Desa dan Kelurahan

BPBD Kota Denpasar merencanakan pembentukan posko siaga di setiap desa dan kelurahan, disertai koordinasi lintas instansi dan penyediaan peralatan awal, sebagai bagian mitigasi banjir pasca bencana bandang 2025.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Denpasar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar menyiapkan pembentukan posko siaga di setiap desa dan kelurahan sebagai bagian dari mitigasi menghadapi musim hujan dan potensi banjir di wilayah kota.

Kepala BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Made Purwanasara menjelaskan, selain koordinasi lintas sektor, kesiapan desa dan kelurahan dibangun melalui rencana pembentukan posko siaga di masing-masing wilayah. Menurut dia, posko ini ditujukan untuk mempercepat penanganan awal ketika terjadi bencana sebelum petugas BPBD tiba di lokasi.

Purwanasara menyatakan, posko siaga di tingkat desa dan kelurahan akan menjadi garda terdepan respon cepat. “Jika ada kejadian nantinya bisa ditangani dulu di desa/kelurahan, sebelum kami tiba di lokasi,” ujarnya. Ia menilai perangkat desa dan kelurahan memiliki pengetahuan lebih baik mengenai kondisi serta akses di wilayah masing-masing, sehingga lebih sigap ketika genangan atau hambatan lain menyulitkan mobilitas petugas.

Koordinasi lintas instansi dan peralatan awal

BPBD Kota Denpasar melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Sosial, dan Balai Wilayah Sungai. Koordinasi ini diarahkan untuk penanganan banjir dan bencana hidrometeorologi lain saat musim hujan.

Untuk mendukung penanganan awal, BPBD Denpasar telah menyalurkan bantuan peralatan berupa alat pemotong kayu kepada masing-masing desa dan kelurahan. Peralatan tersebut disiapkan terutama untuk mengantisipasi dan menangani pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Purwanasara mengatakan, rapat pembentukan posko siaga akan digelar dalam waktu dekat. Rapat ini akan membahas lebih rinci pengorganisasian posko di desa dan kelurahan serta penguatan peran perangkat lokal dalam penanganan bencana.

BPBD Kota Denpasar juga merencanakan sosialisasi tanggap bencana kepada desa dan kelurahan. Sosialisasi mencakup dorongan pencanangan program desa tangguh bencana untuk memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi risiko banjir dan bencana lain.

Dampak banjir bandang 2025

Rencana pembentukan posko siaga disusun dengan latar belakang banjir bandang yang melanda Denpasar pada 9–10 September 2025. Curah hujan tinggi pada periode tersebut menimbulkan banjir di puluhan titik di Kota Denpasar dan kawasan sekitarnya, dengan korban jiwa serta kerusakan luas pada permukiman dan sarana perdagangan.

Salah satu kawasan yang terdampak berat adalah Pasar Badung dan Pasar Kumbasari di pusat kota. Kedua pasar ini sempat lumpuh total setelah terendam banjir bandang pada 10 September 2025 dan baru secara bertahap kembali beroperasi. Laporan media dan catatan pemerintah menyebutkan banjir di kawasan tersebut menyebabkan kerugian signifikan bagi pedagang dan mengganggu aktivitas ekonomi.

Setahun setelah kejadian, pemerintah daerah dan pengelola pasar melakukan penguatan mitigasi di Pasar Kumbasari. Pedagang yang sebelumnya direlokasi ke Pasar Badung mulai kembali berjualan di Kumbasari, dengan penerapan langkah-langkah pengurangan risiko banjir di kawasan pasar.

Peran posko desa dan kelurahan

BPBD Kota Denpasar menempatkan posko siaga desa dan kelurahan sebagai titik penanganan pertama sekaligus penghubung dengan BPBD ketika terjadi bencana. Dengan adanya posko di tingkat lokal, diharapkan laporan dan respon awal dapat dilakukan lebih cepat, terutama di wilayah yang pernah mengalami banjir dengan akses yang terbatas.

Purwanasara menyebut, penguatan kapasitas desa dan kelurahan melalui posko siaga dan sosialisasi tanggap bencana menjadi bagian dari strategi mitigasi jangka panjang. Langkah ini menyasar wilayah yang dinilai rawan genangan dan banjir, termasuk kawasan perdagangan yang sebelumnya terdampak banjir bandang 2025.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.