Banjir Bali Denpasar: Kenapa Sering Terjadi dan Apa Pemicunya?
Banjir di Denpasar biasanya dipicu hujan lebat yang bertemu drainase dangkal, menyempit, atau tersumbat, ditambah alih fungsi lahan dan sampah di sungai. Dalam beberapa peristiwa, Denpasar menjadi titik terdampak terbanyak di Bali.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Banjir di Denpasar umumnya muncul saat hujan berintensitas tinggi bertemu saluran yang menyempit, dangkal, atau tersumbat, lalu air meluap ke permukiman dan jalan. Dalam penjelasan Dinas PUPR Denpasar, faktor teknis dan nonteknis sama-sama berperan, termasuk alih fungsi lahan, permukiman di area cekungan, dan sampah di sungai.
Kenapa Denpasar mudah banjir?
Dinas PUPR Denpasar menyebut penyebab teknis banjir meliputi pendangkalan, penyempitan, pencemaran, penyumbatan, dan kerusakan saluran. Pada sisi nonteknis, pejabat PUPR juga menyoroti alih fungsi lahan yang masif serta kebiasaan membuang sampah ke sungai yang mengganggu aliran air.
Penjelasan ini sejalan dengan keterangan BPBD Bali saat banjir besar melanda Bali pada September 2025. BPBD menyebut hujan yang sangat tinggi, luapan saluran dan sungai, sampah, serta dampak pembangunan sebagai faktor yang saling bertumpuk.
Apakah banjir Denpasar hanya karena hujan?
Tidak. Hujan lebat adalah pemicu langsung, tetapi bukan satu-satunya penyebab. BBC Indonesia melaporkan BPBD Bali menyebut intensitas hujan tinggi memicu banjir, sementara saluran dan sungai meluap karena tak mampu menampung volume air.
Pada banjir 2025, BMKG Wilayah III Denpasar juga menjelaskan cuaca buruk dipicu gelombang ekuatorial Rossby. Artinya, hujan ekstrem dan kondisi atmosfer memicu banjir, sedangkan kapasitas drainase, perubahan tata ruang, dan sampah menentukan seberapa parah genangan meluas.
Titik mana yang paling sering terdampak di Denpasar?
Data kejadian yang dibukakan media pada 2026 menunjukkan Denpasar berulang kali menjadi wilayah dengan titik banjir terbanyak di Bali. Pada 24 Februari 2026, BPBD Bali mencatat 26 titik banjir di Denpasar dan Badung; di Denpasar, empat kecamatan terdampak, yaitu Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat.
Pada banjir lain di hari yang sama, media juga melaporkan Denpasar terdampak hingga 33 titik. Dalam laporan cuaca ekstrem Bali yang lebih luas, Denpasar kembali menjadi wilayah dengan sebaran kejadian tertinggi, yakni 45 titik, terdiri atas 39 banjir, 3 pohon tumbang, 1 tanggul jebol, 1 tanah longsor, dan 1 senderan jebol.
Apa dampak yang perlu diwaspadai warga?
Dampak paling langsung adalah genangan di jalan dan permukiman, terganggunya mobilitas, serta potensi evakuasi warga. Saat hujan ekstrem 22–24 Februari 2026, BPBD Bali mencatat 26 titik banjir di Denpasar-Badung dan menyebut beberapa titik di Denpasar tergenang hingga puluhan sentimeter.
Dalam banjir Bali pada September 2025, BBC Indonesia melaporkan korban meninggal bertambah menjadi 16 orang, sementara sumber lain menempatkan Denpasar sebagai salah satu wilayah dengan dampak paling berat. Untuk pembaca di Denpasar, artinya peringatan dini dan kebersihan saluran menjadi kunci sebelum hujan lebat datang.
Apa yang biasanya dipakai pemerintah untuk mengurangi banjir?
Langkah yang berulang disebut dalam penjelasan pemerintah daerah adalah normalisasi dan perawatan saluran, pengendalian sampah, serta penertiban alih fungsi lahan yang mengurangi daya serap air. Dalam penjelasan PUPR Denpasar, saluran yang dangkal, sempit, atau tertutup sampah membuat air lebih cepat meluap.
Bagi warga, pesan praktisnya sederhana: jangan menutup saluran di depan rumah, bersihkan drainase sebelum musim hujan, dan waspadai wilayah rendah atau dekat aliran sungai. Di Denpasar, banjir jarang berdiri sendiri; biasanya ia muncul dari kombinasi hujan ekstrem dan sistem kota yang tidak cukup menampung air.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Budaya
Kapolri Buka Konferensi Polisi Wanita Dunia IAWP 2026 di Bali
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Nusa Dua, B…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga




