Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

70 Negara Bahas AI dan Investasi di KEK Kura Kura Bali

Bali Harmony Encounter Week 2026 pada 2–7 September di KEK Kura Kura Bali mempertemukan delegasi dari lebih dari 70 negara. Forum ini membahas kecerdasan buatan, investasi, pendidikan, etika teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca Diperbarui

Denpasar — Delegasi dari lebih dari 70 negara berkumpul di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali dalam Bali Harmony Encounter Week 2026 pada 2–7 September 2026. Menurut laporan sejumlah media, rangkaian forum itu membahas kecerdasan buatan (AI), investasi, pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan.

Peserta berasal dari unsur pemerintah, sektor teknologi, akademisi, masyarakat sipil, dan komunitas lokal. Salah satu agenda utama, Bali Harmony Dialogue, berlangsung pada Kamis, 3 September 2026, di United In Diversity (UID) Bali Campus, KEK Kura Kura Bali.

Forum tersebut menempatkan Bali sebagai salah satu lokasi pertemuan internasional yang mengaitkan pembahasan teknologi dengan pengembangan sumber daya manusia, tata kelola, dan kerja sama ekonomi.

AI dan posisi negara berkembang

Salah satu isu penting dalam Bali Harmony Dialogue ialah kesenjangan penguasaan AI antarnegara dan risiko negara berkembang hanya menjadi pengguna teknologi. Dalam kuliah umum bertajuk “Intelligence: Natural and Artificial”, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menyampaikan perlunya strategi agar negara berkembang mengambil peran sebagai pencipta dan pengendali teknologi AI, bukan sekadar konsumen.

Menurut pemberitaan, Stella mendorong negara berkembang terlibat aktif dalam riset, pengembangan, dan tata kelola AI global. Arah tersebut dianggap penting karena kemampuan menguasai teknologi, kualitas riset, dan kapasitas sumber daya manusia akan memengaruhi posisi suatu negara dalam persaingan ekonomi berbasis teknologi.

Perkembangan AI dinilai berpotensi memengaruhi keputusan investasi, kebutuhan tenaga kerja, serta arah pengembangan industri di berbagai sektor, termasuk pendidikan, dunia kerja, kesehatan mental, demokrasi, dan kehidupan sosial. Karena itu, forum semacam ini diposisikan sebagai ruang dialog untuk merumuskan kebijakan dan inisiatif yang dapat diterapkan dalam pendidikan, riset, dan kebijakan ekonomi.

Peluang investasi dan talenta

Rangkaian kegiatan Bali Harmony Encounter Week 2026 turut mencakup Consultative Dialogue on Youth yang mempertemukan inovator muda dan perintis industri untuk membahas pendidikan yang memadukan keterampilan teknis, kepemimpinan etis, dan pendekatan yang berpusat pada manusia.

Pada 4–6 September 2026, World Encounter Summit Bali: XI International Scholas Chairs Congress digelar di UID Bali Campus dengan tema “Artificial Intelligence and Human Meaning”. Forum ini menghimpun delegasi dari lebih dari 140 universitas di 70 negara serta pemimpin pemerintah, tokoh agama, pelaku industri teknologi, pemuda, dan organisasi masyarakat sipil dari lima benua.

Sejumlah perusahaan dan institusi mendukung penyelenggaraan agenda tersebut, antara lain Astra, Pertamina, Freeport Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Danantara, Sinar Mas, PT Gajah Tunggal Tbk., dan pengelola KEK Kura Kura Bali. Keterlibatan mereka mencakup dukungan terhadap pembahasan transformasi teknologi, keuangan, keadilan sosial, dan keberlanjutan.

Dari perspektif investasi, partisipasi korporasi membuka ruang pertemuan antara pemilik modal, institusi pendidikan, pemerintah, dan komunitas teknologi. Namun hingga rangkaian acara berakhir, pemberitaan belum menyebutkan nilai investasi, nota kesepahaman, ataupun proyek investasi baru yang secara spesifik diumumkan di KEK Kura Kura Bali.

Dari forum menuju manfaat konkret

Penutupan Bali Harmony Encounter Week 2026 berlangsung melalui Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony 2026 di Sunset Mandala, Sira Village, KEK Kura Kura Bali pada 7 September 2026. Upacara ini mengusung tema “Holding Space for Peace: Peace Within, Peace Among Us, Peace with All Life” dan menghimpun delegasi dari lebih dari 70 negara untuk menyerukan kedamaian di tengah disrupsi AI dan fragmentasi global.

Menurut laporan media, para pembicara dalam upacara tersebut menekankan bahwa kedamaian perlu dibangun secara aktif dalam kehidupan sehari-hari serta bahwa individu dan komunitas memegang peran penting dalam menghadapi perubahan global. Pesan ini memperluas makna forum dari sekadar promosi teknologi menuju pembahasan etika, kepercayaan publik, dan tata kelola yang bertanggung jawab.

Bagi KEK Kura Kura Bali, rangkaian forum internasional ini memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang pertemuan global dan promosi inisiatif investasi berbasis teknologi dan pengetahuan. Manfaat ekonominya akan lebih terukur apabila tindak lanjut dialog tersebut terwujud dalam bentuk kerja sama riset, program pengembangan talenta digital, investasi teknologi, serta proyek yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Konteks

Bali Harmony Encounter Week 2026 berlangsung selama enam hari, dari 2 hingga 7 September 2026, di KEK Kura Kura Bali. Bali Harmony Dialogue digelar pada 3 September 2026, sedangkan World Encounter Summit Bali dan XI International Scholas Chairs Congress berlangsung pada 4–6 September 2026.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony 2026 yang menegaskan pentingnya mengaitkan inovasi AI dengan martabat manusia, kedamaian, dan pembangunan berkelanjutan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.