212 Puspa Ikuti Puncak Karya Atma Wedana di Desa Adat Panjer
Desa Adat Panjer di Denpasar menggelar puncak karya Atma Wedana pada Minggu, 6 September 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Desa Adat Panjer di Kota Denpasar menggelar puncak karya Atma Wedana pada Minggu, 6 September 2026, di lapangan wantilan desa adat. Upacara memukur itu diikuti sebanyak 212 puspa dan dilaksanakan tanpa memungut biaya dari krama, menurut laporan Tribun Bali dan laman Desa Nusantara.
Rangkaian karya Atma Wedana di Panjer telah berlangsung sejak awal September. Menurut Tribun Bali, seluruh tahapan upacara digelar sebagai fasilitas bersama bagi warga desa adat. Laman Desa Nusantara menuliskan bahwa pembiayaan upacara ini menjadi tanggung jawab lembaga desa adat dengan dukungan pemerintah.
Ketua Panitia Penyelenggara, I Ketut Suwardiana Putra, mengatakan prosesi berlangsung lancar berkat partisipasi krama dan kepatuhan warga mengikuti seluruh rangkaian yadnya, sebagaimana dikutip Tribun Bali. Karya ini menjadi bagian dari upaya desa adat menyediakan sarana upacara bersama yang terjangkau bagi masyarakat.
Data utama
- Peserta puncak Atma Wedana: 212 puspa.
- Waktu pelaksanaan rangkaian utama: awal September sampai puncak pada 6 September 2026.
- Lokasi puncak: lapangan wantilan Desa Adat Panjer, Denpasar.
- Peserta metatah massal: 266 orang.
- Dukungan Pemerintah Kota Denpasar: bantuan dana Rp1 miliar untuk pelaksanaan upacara.
Pembiayaan dan skema tanpa pungutan
Laman Desa Nusantara menjelaskan bahwa seluruh biaya operasional puncak karya Atma Wedana ditanggung melalui kas Desa Adat Panjer, Lembaga Perkreditan Desa (LPD), dan unit-unit usaha desa adat. Selain itu, Pemerintah Kota Denpasar memberikan bantuan dana sebesar Rp1 miliar untuk mendukung pelaksanaan upacara.
Dengan skema ini, krama tidak dibebani biaya standar. Menurut penjelasan Bendesa Adat Panjer AA Ketut Oka Adnyana yang dikutip Tribun Bali, masyarakat dipersilakan memberikan punia secara sukarela sesuai kemampuan sebagai ungkapan rasa syukur. Pola pembiayaan tersebut dimaksudkan agar warga dapat mengikuti upacara bersama tanpa biaya besar.
Penyelenggaraan karya Atma Wedana dengan dukungan lembaga adat dan pemerintah menunjukkan peran desa adat dalam menyediakan fasilitas upacara bersama. Laman Desa Nusantara menyoroti bahwa model pembiayaan kolektif ini memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan krama dalam pelaksanaan yadnya.
Metatah massal dan rangkaian yadnya
Sebelum puncak Atma Wedana, Desa Adat Panjer menyelenggarakan upacara metatah atau mesangih massal sebagai bagian dari rangkaian Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. RRI Denpasar melaporkan bahwa upacara metatah massal digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026, dan diikuti 266 peserta. Jumlah tersebut berbeda dari 212 puspa yang mengikuti puncak Atma Wedana pada 6 September 2026.
RRI menjelaskan bahwa metatah massal di Panjer menjadi salah satu tahapan sebelum prosesi memukur dalam rangkaian Atma Wedana Nyekah Kurung Nyatur Muka. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut ngayah nyangging dalam metatah massal tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan yadnya bersama di Desa Adat Panjer.
Menurut Tribun Bali, rangkaian puncak karya Atma Wedana di Panjer mencakup beberapa tahapan ritual yang dilaksanakan dengan keterlibatan krama desa adat. Dengan pelaksanaan metatah massal dan Atma Wedana tanpa pungutan, Desa Adat Panjer memperkuat peran lembaga adat dalam memfasilitasi pelaksanaan yadnya bagi masyarakat.
Sumber
Berita berikutnya

Ratusan Krama Songan Ikuti Melasti di Tepi Danau Batur
Ratusan krama Desa Adat Songan mengikuti upacara Melasti di Pura Segara, tepi Danau Batur, Jumat, 18 September 2026. Prosesi ini menjadi bagian awal K…
Baca juga


