Putri Koster Dorong Tenun Bali Lewat Tuksedo Auto & Fashion Gala
Ny. Putri Suastini Koster menghadiri Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 di Gianyar, yang memadukan pengenalan mobil sport FirstLady dengan peragaan busana berbasis kain endek dan wastra tradisional Bali, untuk mendorong tenun lokal…
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca Diperbarui
Gianyar — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 di Tuksedo Studio, Ketewel, Gianyar, Jumat, 18 September 2026.
Acara bertajuk La Dolce Vita: Tuksedo Auto & Fashion Gala itu memadukan pengenalan mobil sport mewah FirstLady dengan peragaan busana yang menampilkan kain tenun endek dan wastra berciri khas Bali.
Menurut pemberitaan Bali Portal News, Ny. Putri Koster mengapresiasi penyelenggaraan gala tersebut dan mendorong pemanfaatan wastra tradisional Bali oleh desainer lokal untuk menembus panggung internasional.
Ia menekankan pentingnya kesinambungan kegiatan serupa agar ekosistem fesyen Bali tumbuh bersama dengan pengembangan kain tradisional sebagai identitas budaya dan produk bernilai tambah.
Dalam sambutannya, Putri Koster mengajak desainer dan pelaku industri kreatif di Bali terus mengangkat tenun tradisional ke tingkat global, sehingga Bali tidak hanya dikenal melalui seni tari dan tembang, tetapi juga sebagai rujukan mode dunia.
Perpaduan otomotif dan fesyen
Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 digelar di Tuksedo Studio yang berlokasi di Ketewel, Sukawati, Gianyar.
CEO Tuksedo Studio, Pudji Handoko, menyampaikan bahwa gala ini sekaligus menjadi momentum peluncuran FirstLady, kendaraan yang dirancang dan dibangun di Bali dengan konsep terinspirasi mobil klasik era 1930-an dan gaya Art Deco.
FirstLady merupakan proyek mobil sport mewah berdesain orisinal yang memadukan proporsi sportscar klasik dengan teknologi otomotif modern, dikembangkan bersama RANS dan ditargetkan meluncur pada 2027.
Peluncuran FirstLady dikemas melalui perpaduan otomotif dan industri kreatif: gala dinner, fashion show, pameran seni, mini orchestra hingga prosesi unveiling mobil.
Peragaan busana dalam acara tersebut menampilkan karya desainer yang menggunakan kain tenun endek Bali dan kain berciri khas Bali lainnya, sebagai bentuk promosi wastra lokal.
Ruang promosi desainer dan perajin
Ny. Putri Koster menyebut pengembangan fesyen berbasis wastra Bali memerlukan proses dan dukungan berbagai pihak, termasuk penyediaan ruang berkarya dan promosi bagi desainer serta perajin.
Menurut dia, panggung seperti Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 menjadi sarana bagi desainer Bali untuk memperkenalkan karya mereka dengan memanfaatkan kain tradisional ke audiens yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Dalam pemberitaan Bali Portal News, Putri Koster juga menyinggung kiprah desainer Nyoman Adi melalui label TAKSU yang telah tampil di beberapa ajang fesyen di luar negeri, seperti di Paris dan Jepang, sebagai contoh peluang bagi desainer Bali untuk masuk ke pasar global dengan tetap berangkat dari kekayaan budaya lokal.
Dukungan terhadap ruang kreativitas lintas bidang seperti gala otomotif dan fesyen ini diharapkan memperluas kesempatan promosi bagi perajin dan desainer, sekaligus meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk kerajinan berbasis budaya Bali.
Tenun Bali ke pasar global
Dalam laporan media lokal, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa upaya membawa tenun tradisional Bali ke pasar global memerlukan promosi berkelanjutan dan kerja sama lintas sektor.
Ia mendorong desainer Bali untuk terus mengeksplorasi pemanfaatan endek dan wastra lain dalam rancangan kontemporer, sehingga kain tradisional tidak hanya hadir sebagai produk kerajinan, tetapi menjadi bagian dari industri fesyen yang berorientasi ekspor.
Gala yang memadukan otomotif dan fesyen di Gianyar tersebut menjadi salah satu contoh penguatan jejaring antara pelaku industri kreatif, desainer, dan perajin, dengan tenun Bali sebagai salah satu elemen utama yang ditonjolkan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pariwisata
Kolam di Air Terjun Toya Bulan, Banyu Wana Amertha, dan Taman Sari
Sejumlah air terjun di Bali, seperti Toya Bulan di Bangli, Banyu Wana Amertha di Buleleng, dan Taman Sari di Gianyar, menawarkan kolam berendam bagi w…
Terbaru di Budaya
Berita utama hari ini

Baca juga


