200 Tukik Penyu Lekang Dilepas di Kurma Asih Perancak
Sebanyak 200 tukik penyu lekang dilepas di Pantai Perancak, kawasan Konservasi Penyu Kurma Asih, Jembrana, pada Sabtu, 5 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Tumpek Uye atau Tumpek Kandang.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Negara — Sebanyak 200 tukik penyu lekang dilepasliarkan di kawasan Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Bali, Sabtu, 5 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Tumpek Uye atau Tumpek Kandang.
Pelepasliaran ini menjadi bagian kegiatan Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mengajak masyarakat menjaga keberlangsungan satwa dan ekosistem pesisir. Kegiatan di Pantai Perancak tersebut berlangsung di kawasan konservasi yang dikelola Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih.
Menurut laporan RRI Singaraja dan Tribun Bali, pelepasliaran diikuti Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan masyarakat.
Tukik lekang dikembalikan ke laut
Ketua Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih, I Wayan Anom Astika, menyebut seluruh tukik yang dilepas merupakan penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Ia menjelaskan, tukik tersebut baru menetas dan langsung dikembalikan ke habitat alaminya di laut.
“Ada 200 ekor dan itu semua jenisnya penyu lekang. Itu yang menetas tadi pagi dan baru kemarin,” kata Anom, seperti dikutip RRI dan Tribun Bali.
Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih menerapkan pelepasliaran tukik dengan prinsip mengembalikan satwa ke alam setelah menetas. Menurut penjelasan pengelola yang dikutip VIVA, tukik idealnya dilepas segera setelah menetas, dengan batas waktu maksimal sekitar tujuh hari agar naluri kembali ke habitat tetap terjaga.
Data utama pelepasliaran pada 5 September 2026:
- Jumlah: 200 tukik.
- Jenis: penyu lekang.
- Lokasi: Pantai Perancak, kawasan Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Jembrana.
- Momentum: peringatan Hari Tumpek Uye atau Tumpek Kandang.
Peringatan Tumpek Uye dan pesan konservasi
Pemerintah Kabupaten Jembrana menjadikan pelepasliaran tukik sebagai salah satu bentuk peringatan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang. Menurut pemberitaan Suara Jembrana dan Tribun Bali, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan memperkuat kepedulian terhadap satwa dan lingkungan pesisir.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan bahwa pelepasliaran ratusan tukik merupakan wujud kepedulian terhadap satwa dan alam dalam semangat ajaran Tumpek Uye. Tumpek Uye dipandang sebagai momentum untuk mengingatkan hubungan harmonis antara manusia, satwa, dan lingkungan.
Konservasi penyu Kurma Asih
Kurma Asih Sea Turtle Conservation and Education Center di Desa Perancak selama ini dikenal sebagai lokasi pendaratan penyu dan penangkaran tukik. Laporan Radar Buleleng pada 2024 mencatat, kelompok pelestari penyu Kurma Asih memperkirakan sekitar 20 ribu tukik menetas dari sarang semi alami dalam periode tujuh bulan dengan tingkat keberhasilan penetasan sekitar 94 persen.
VIVA Travel menulis bahwa di pusat konservasi tersebut, tukik yang menetas dikembalikan ke laut Perancak, dengan pelepasliaran dilakukan hampir setiap hari. Di lokasi yang sama, sekitar 500 ekor penyu berbagai umur dipelihara untuk keperluan edukasi konservasi.
Pelepasliaran 200 tukik pada 5 September 2026 melanjutkan praktik konservasi yang telah berjalan di Kurma Asih, dengan menekankan pengembalian tukik ke laut dan pelibatan masyarakat dalam menjaga pesisir Jembrana.
Sumber
- RRI Singaraja - Peringati Tumpek Kandang, 200 Tukik Dilepas di Perancak
- Tribun Bali - Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar, Wujud Nyata Pemkab Jembrana Bali Peringati Hari Tumpek Kandang
- Suara Jembrana - Peringati Hari Tumpek Kandang, Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar
- Radar Buleleng - Puluhan Ribu Tukik Menetas Dari Penangkaran Penyu Kurma Asih di Bali
- VIVA Travel - Melihat Pelestarian Penyu di Penangkaran Kurma Asih Bali
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Lingkungan
Baca juga


