15 Dadia Iringi Ida Sesuhunan ke Pura Hulundanu Batur
Ida Sesuhunan dari 15 dadia di Desa Adat Songan diiringi ribuan krama menuju Pura Hulundanu Batur, Bangli, Kamis malam 17 September 2026, sebagai bagian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama yang digelar setiap sepuluh tahun sekali.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Bangli — Ida Sesuhunan dari 15 dadia di Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, diiringi ribuan krama menuju Penataran Pura Hulundanu Batur pada Kamis malam, 17 September 2026. Menurut laporan Bali Post, prosesi Ida Sesuhunan turun kabeh ini menjadi salah satu rangkaian penting Karya Tawur Agung Manca Wali Krama yang digelar di pura tersebut.
Iring-iringan berlangsung dalam suasana religius dan khidmat. Krama laki-laki, perempuan, dan generasi muda mengikuti perjalanan dengan mengenakan pakaian adat Bali, sementara gamelan baleganjur dari masing-masing dadia mengiringi prosesi menuju kawasan Pura Hulundanu Batur.
Sejumlah pemangku dan Jro Dasaran kemudian menstanakan Ida Sesuhunan di Padma Tiga Pura Hulundanu Batur. Bali Post memberitakan, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta hadir dan ikut mundut Ida Sesuhunan bersama krama dan Jro Mangku.
Bagian dari rangkaian Karya Tawur Agung
Ketua Umum Karya I Gede Darmawa menjelaskan, kehadiran Ida Sesuhunan dari setiap dadia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan yadnya Desa Adat Songan. Menurut Bali Post, keterlibatan krama mencakup persiapan sarana upacara, pelaksanaan ritual, pengiringan sesuhunan, dan kegiatan ngayah di Pura Hulundanu Batur.
Masih berdasarkan rangkaian yang dipaparkan panitia kepada media, setelah tiba di Pura Hulundanu Batur Ida Sesuhunan nyejer selama 21 hari. Prosesi nyineb Ida Sesuhunan dalam Karya Tawur Agung Manca Wali Krama dijadwalkan berlangsung pada 6 Oktober 2026.
Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur merupakan upacara besar yang digelar setiap 10 tahun sekali. RRI melaporkan, audiensi panitia ke Bupati Klungkung menyebutkan karya ini dilaksanakan mulai 12 Agustus hingga 7 Oktober 2026, dengan puncak karya pada 26 September 2026. Informasi serupa mengenai siklus sepuluh tahunan juga disampaikan media lokal lain.
Rangkaian prosesi sebelum pengiringan
Sejumlah tahapan ritual telah digelar sebelum prosesi Ida Sesuhunan turun kabeh dari 15 dadia. Bali Prawara memberitakan, pada Jumat 11 September 2026, bertepatan dengan Sukra Umanis Menail, dilaksanakan Ngaturin di Pura Banjar Lusu, Balik Sumpah Agung di madya mandala, serta Melaspas Wangunan, Rsi Gana, dan Mendem Pedagingan di utama mandala Pura Hulundanu Batur.
Ritual-ritual tersebut dipuput para sulinggih dan pamuput adat sesuai kuna dresta Desa Adat Songan. Menurut Bali Prawara, unsur pamuput adat yang terlibat antara lain Guru Kubayan, Jro Mangku Gede, Jro Mangku, Jro Balian, Jro Dasaran, dan Jro Penyarikan.
Rangkaian karya juga diisi penampilan kesenian tradisional. Bali Prawara melaporkan adanya pementasan wayang oleh Jro Dalang Puasa Pujung, tari Rejang dari Dadia Banjar Anyar Dauhan, serta tabuh dan tari Baris Tumbak oleh sekaa gong dan pregina dari Dadia Banjar Anyar Danginan di Desa Adat Songan.
Sumber
Berita berikutnya

Ratusan Krama Songan Ikuti Melasti di Tepi Danau Batur
Ratusan krama Desa Adat Songan mengikuti upacara Melasti di Pura Segara, tepi Danau Batur, Jumat, 18 September 2026. Prosesi ini menjadi bagian awal K…
Baca juga


