Cantiasa Serukan Mahasabha XIII PHDI Utamakan Kepentingan Umat
Ketua Panitia Mahasabha XIII PHDI, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, menekankan forum itu harus memprioritaskan kepentingan umat Hindu. Mahasabha dijadwalkan berlangsung 8–11 Oktober 2026 di Jakarta dengan sekitar 700 peserta.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Singaraja — Ketua Panitia Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, menyerukan agar forum itu mengutamakan kepentingan umat Hindu di atas kepentingan golongan. Mahasabha XIII dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Jakarta, dengan sekitar 700 peserta dari berbagai daerah.
Cantiasa menyampaikan pesan itu pada Kamis, 17 September 2026, dalam laporan RRI. Ia menekankan bahwa PHDI harus menjadi rumah besar umat Hindu yang melindungi, mengayomi, dan memperjuangkan kepentingan seluruh umat Hindu di Indonesia.
Dalam laporan yang sama, Cantiasa meminta agar setiap keputusan yang lahir dari Mahasabha berpijak pada kepentingan umat, bukan kepentingan kelompok. Ia juga berharap forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan arah perjuangan umat Hindu.
Persiapan Mahasabha
Rencana pelaksanaan Mahasabha XIII dibahas dalam pertemuan panitia dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 10 September 2026 di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Sejumlah laporan media lokal menyebut pertemuan itu membahas kesiapan penyelenggaraan Mahasabha dan sinergi untuk menjawab persoalan keumatan.
Media lokal juga melaporkan bahwa Mahasabha XIII akan menjadi forum untuk memilih pengurus PHDI Pusat masa bakti 2026–2031. Agenda itu disebut mencakup pemilihan Ketua Umum Pengurus Harian, Ketua Sabha Walaka, dan Dharma Adhyaksa Sabha Pandita.
Selain agenda utama di Jakarta, panitia sebelumnya menggelar sejumlah forum diskusi pra-Mahasabha di daerah untuk menyerap aspirasi umat. Dalam laporan media lokal, forum-forum itu diarahkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan keputusan Mahasabha XIII.
Mahasabha XIII juga disebut sebagai momentum konsolidasi umat Hindu untuk memperkuat toleransi dan kerukunan beragama. Cantiasa dalam beberapa kesempatan pra-Mahasabha menegaskan bahwa forum itu tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menghasilkan keputusan yang punya dampak nyata bagi umat.
Sumber
Berita berikutnya

PSN Bali Telusuri Jejak Aksara Nusantara hingga Aksara Bali
Seminar Eksplorasi Paleografi Nusantara yang digelar PSN Bali di Denpasar membahas hubungan Devanagari, Pranagari, dan aksara daerah, sekaligus menega…

