Pemprov Bali Anggarkan Rp11,61 Miliar untuk Lahan Tambahan Shortcut Gitgit
Pemerintah Provinsi Bali menganggarkan Rp11,61 miliar dalam APBD Perubahan 2026 untuk lima bidang lahan tambahan di proyek Shortcut Singaraja-Mengwitani Titik 9-10, Desa Gitgit.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Desa Gitgit — Pemerintah Provinsi Bali menganggarkan Rp11,61 miliar dalam APBD Perubahan 2026 untuk pengadaan lahan tambahan proyek Jalan Shortcut Singaraja-Mengwitani Titik 9-10 pada 8 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Pemprov Bali menyiapkan Rp11,61 miliar untuk pengadaan lima bidang lahan tambahan agar penyesuaian trase Shortcut Titik 9-10 dapat dilanjutkan.
Anggaran itu disiapkan setelah peninjauan desain teknis menunjukkan kebutuhan perbaikan alinyemen geometrik pada sejumlah bagian trase. Lahan tambahan yang diprioritaskan berada di Desa Gitgit dan proses pembebasannya sedang berjalan.
Menurut Bali Post, dokumen anggaran mencantumkan kegiatan tersebut sebagai Pengadaan Lahan Pembangunan Ruas Jalan Shortcut Titik 9-10 dengan pagu Rp11.611.000.000. Lahan tambahan itu terdiri atas lima bidang dengan kebutuhan sekitar 32-35 are.
Tribun Bali melaporkan kebutuhan lahan tambahan diperkirakan sekitar 35,5 are. Laporan itu menyebut penyesuaian trase diperlukan, antara lain, pada bagian persimpangan dan untuk menghindari area pemakaman.
Anggaran digeser dalam APBD Perubahan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, Nusakti, mengatakan tambahan anggaran dilakukan melalui pergeseran anggaran dalam APBD Perubahan 2026, menurut Bali Post.
Proyek Shortcut Singaraja-Mengwitani Titik 9-10 memiliki panjang sekitar 3,9 kilometer dan ditargetkan rampung pada 2027. Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya telah membebaskan 316 bidang tanah senilai Rp193 miliar untuk mendukung pembangunan sejumlah titik shortcut, menurut Tribun Bali.
Pengadaan lahan tambahan menjadi bagian dari penyesuaian kebutuhan proyek yang telah dimulai di Desa Gitgit. Pembangunan titik 9-10 ditandai dengan peletakan batu pertama pada 7 Januari 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Bali
WRI Desak Bali Perkuat Transportasi Publik Saat Kendaraan Tumbuh
Kendaraan di Bali tumbuh nyaris lima persen per tahun. WRI Indonesia mendorong penguatan transportasi publik untuk menekan emisi dan menjaga kualitas…
Terbaru di Pemerintahan

Berita utama hari ini

Baca juga




