Sapuh Leger Massal di Abang Diikuti 69 Warga, Puncak 10 Oktober
Sebanyak 69 warga mengikuti Sapuh Leger massal di Griya Abianjero, Karangasem, pada 4 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan dijadwalkan mencapai puncak pada Tumpek Wayang, 10 Oktober 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Griya Abianjero — Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas menggelar upacara Sapuh Leger massal pada 4 Oktober 2026 di Griya Abianjero, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Sebanyak 69 warga mengikuti upacara tersebut.
Mengapa ini penting: Sebanyak 69 warga dapat mengikuti Sapuh Leger dengan dukungan pembiayaan gotong royong hingga rangkaian mencapai puncak pada 10 Oktober 2026.
Rangkaian upacara dijadwalkan berlangsung hingga puncak pada Tumpek Wayang, 10 Oktober 2026. Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa hadir dalam kegiatan itu.
Menurut Detik Bali dan Tribun Bali, kegiatan tersebut merupakan program kerja pasemetonan untuk meringankan beban umat yang menjalankan upacara Sapuh Leger. Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada pengurus pasemetonan di Kecamatan Abang sebagai panitia.
Pembiayaan kegiatan dibantu pengurus pasemetonan bersama sejumlah pengusaha. Dengan skema itu, warga peserta tidak perlu menanggung seluruh kebutuhan upacara secara mandiri.
Tribun Bali melaporkan prosesi upacara dipuput oleh tiga sulinggih. Sapuh Leger merupakan ruwatan yang berkaitan dengan umat Hindu yang lahir pada wuku Wayang, sedangkan Tumpek Wayang pada 10 Oktober 2026 menjadi waktu puncak rangkaian kegiatan tersebut.
Rangkaian hingga Tumpek Wayang
Kalender kegiatan Pemerintah Kabupaten Karangasem mencantumkan Tumpek Wayang pada 10 Oktober 2026. Tanggal tersebut juga dikonfirmasi dalam jadwal rerahinan Bali yang diterbitkan media lokal.
Dengan demikian, kegiatan yang dimulai pada 4 Oktober bukan upacara satu hari. Rangkaian itu berlanjut selama enam hari dan dijadwalkan mencapai puncak pada 10 Oktober.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Apa Itu Warisan Budaya Takbenda Bali dan Bagaimana Cara Mencatatnya?
Warisan budaya Bali tidak hanya berupa pura atau benda bersejarah. Sistem nasional mencatat tradisi takbenda, sementara Bali menyiapkan pendataan leng…
Terbaru di Budaya

Berita utama hari ini

Baca juga




