Arya Wedakarna Tanggapi Seruan Boikot Bali dengan Dorongan Memilih Wisatawan Berdaya Beli Tinggi
Arya Wedakarna mempersilakan wisatawan yang memilih tidak datang ke Bali setelah seruan boikot beredar. Ia mengatakan Bali membutuhkan wisatawan dengan daya beli tinggi.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Bali — Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, menanggapi seruan boikot Bali pada 8 Oktober 2026 dengan mempersilakan wisatawan yang tidak ingin datang ke Pulau Dewata. Ia mengatakan Bali membutuhkan wisatawan dengan kemampuan belanja tinggi.
Mengapa ini penting: Pernyataan Arya memengaruhi pembacaan publik atas sikap Bali terhadap wisatawan lokal dan arah wisatawan yang dianggap memberi dampak ekonomi lebih besar.
Dalam pernyataannya, Arya menyebut Bali sedang berbenah dan menyeleksi wisatawan yang dinilai memberi dampak ekonomi lebih besar. Ia juga meminta masyarakat tidak terpancing oleh seruan boikot yang beredar di media sosial.
“Kalau misalkan ada yang bilang boikot Bali, boikot Bali, saya melihat dari point of view-nya yang pertama, kalau ada boikot Bali ya tentu akan menguntungkan bagi daerah lain. Jadi ya silakan,” kata Arya, seperti dikutip Detik Bali.
Arya mengatakan Bali lebih baik menerima wisatawan dalam jumlah lebih sedikit jika mereka memiliki daya beli tinggi. Ia juga menyatakan wisatawan mancanegara masih dapat menopang sektor pariwisata Bali.
“Karena kita lebih baik terima turis yang nggak banyak tapi berkualitas,” ujarnya.
Detik Bali melaporkan pernyataan tersebut menjadi sorotan di media sosial. Disway juga memuat respons Arya terhadap seruan boikot Bali dan pernyataannya tentang wisatawan lokal.
Respons terhadap seruan boikot
Arya meminta wisatawan yang tetap datang ke Bali menghargai pulau tersebut. Sebaliknya, ia mengatakan wisatawan yang tidak ingin datang tidak perlu dipersoalkan.
Pernyataan itu merupakan tanggapan pribadi Arya sebagai anggota DPD RI, bukan keputusan resmi pemerintah daerah mengenai kebijakan pariwisata Bali.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Koster Minta Pariwisata Bali Jaga Ruang dan Lingkungan
Wayan Koster menyebut devisa pariwisata Bali pada 2025 sekitar Rp176 triliun. Ia meminta pertumbuhan pariwisata dan investasi tidak menekan lahan pert…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





