Bali Aktual

Jumat, 9 Oktober 2026

Arya Wedakarna Tanggapi Seruan Boikot Bali dengan Dorongan Memilih Wisatawan Berdaya Beli Tinggi

Arya Wedakarna mempersilakan wisatawan yang memilih tidak datang ke Bali setelah seruan boikot beredar. Ia mengatakan Bali membutuhkan wisatawan dengan daya beli tinggi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan kursi santai dan kolam renang di tepi tebing menghadap ke laut lepas.
Ilustrasi: Deretan kursi santai dan kolam renang di tepi tebing menghadap ke laut lepas. · Foto: Tom Fisk / Pexels

Bali — Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, menanggapi seruan boikot Bali pada 8 Oktober 2026 dengan mempersilakan wisatawan yang tidak ingin datang ke Pulau Dewata. Ia mengatakan Bali membutuhkan wisatawan dengan kemampuan belanja tinggi.

Mengapa ini penting: Pernyataan Arya memengaruhi pembacaan publik atas sikap Bali terhadap wisatawan lokal dan arah wisatawan yang dianggap memberi dampak ekonomi lebih besar.

Dalam pernyataannya, Arya menyebut Bali sedang berbenah dan menyeleksi wisatawan yang dinilai memberi dampak ekonomi lebih besar. Ia juga meminta masyarakat tidak terpancing oleh seruan boikot yang beredar di media sosial.

“Kalau misalkan ada yang bilang boikot Bali, boikot Bali, saya melihat dari point of view-nya yang pertama, kalau ada boikot Bali ya tentu akan menguntungkan bagi daerah lain. Jadi ya silakan,” kata Arya, seperti dikutip Detik Bali.

Arya mengatakan Bali lebih baik menerima wisatawan dalam jumlah lebih sedikit jika mereka memiliki daya beli tinggi. Ia juga menyatakan wisatawan mancanegara masih dapat menopang sektor pariwisata Bali.

“Karena kita lebih baik terima turis yang nggak banyak tapi berkualitas,” ujarnya.

Detik Bali melaporkan pernyataan tersebut menjadi sorotan di media sosial. Disway juga memuat respons Arya terhadap seruan boikot Bali dan pernyataannya tentang wisatawan lokal.

Respons terhadap seruan boikot

Arya meminta wisatawan yang tetap datang ke Bali menghargai pulau tersebut. Sebaliknya, ia mengatakan wisatawan yang tidak ingin datang tidak perlu dipersoalkan.

Pernyataan itu merupakan tanggapan pribadi Arya sebagai anggota DPD RI, bukan keputusan resmi pemerintah daerah mengenai kebijakan pariwisata Bali.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.