Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Koster Sebut Pusat Prioritaskan Sejumlah Proyek Infrastruktur Bali

Pemerintah pusat disebut memprioritaskan sejumlah proyek infrastruktur Bali, termasuk taksi laut Bandara I Gusti Ngurah Rai–Nusa Dua–Canggu. Sejumlah proyek jalan, pelabuhan, dan air bersih juga masuk daftar prioritas.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pemerintah pusat memprioritaskan sejumlah proyek infrastruktur di Bali, termasuk pengembangan transportasi laut yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Nusa Dua dan Canggu di Kabupaten Badung.

Dalam pemberitaan RRI pada 23 April 2026, Koster mengatakan Menteri Perhubungan menargetkan pembangunan taksi laut itu mulai pada 2026–2027. Pernyataan serupa juga dimuat Balipost pada 21 April 2026, yang menyebut Kementerian Perhubungan akan mengembangkan sistem transportasi terintegrasi pada periode yang sama.

Rencana taksi laut itu muncul setelah pembahasan percepatan infrastruktur Bali bersama Komisi V DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Bappenas. Pada rapat yang diberitakan DPR RI dan Balipost pada Februari 2026, Koster menyampaikan kebutuhan penguatan infrastruktur darat, laut, dan udara untuk menunjang pariwisata Bali.

Daftar prioritas

Selain taksi laut, pemerintah pusat disebut memprioritaskan pembangunan underpass Jimbaran, gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, jembatan Nusa Ceningan-Nusa Lembongan, serta shortcut titik 11 dan 12 ruas Singaraja-Mengwi. Balipost pada 14 Agustus 2026 juga mencatat daftar lain yang disampaikan Koster, antara lain lanjutan Shortcut Singaraja-Mengwi, Underpass Jimbaran, Jalan Baru Gatot Subroto Barat-Canggu, Underpass Tohpati, Jalan Baru Sunset Road-Mahendradatta, Jembatan Payangan-Bongkasa, dan konektivitas Pura Batur-Pura Agung Besakih.

Di sektor laut, rencana pengembangan juga mencakup Pelabuhan Terpadu Celukan Bawang, Pelabuhan Terpadu Sangsit, kawasan pariwisata dan Pelabuhan Terpadu Amed, serta Pelabuhan Terpadu Kusamba. Koster juga menyebut pemerintah menyiapkan pelabuhan logistik di Karangasem dan Klungkung untuk mendukung pemisahan angkutan barang dari kendaraan penumpang.

Balipost pada 8 April 2026 menulis bahwa skema itu diarahkan agar kendaraan logistik dari Ketapang menuju pelabuhan tujuan di Bali utara atau timur, sedangkan jalur Gilimanuk-Mengwi diprioritaskan untuk kendaraan penumpang. Dalam sejumlah pemberitaan, Koster mengatakan langkah itu ditujukan untuk mengurangi kemacetan dan memperbaiki konektivitas antardaerah.

Langkah lanjutan

Dalam laporan BPIW Kementerian PU pada 26 Maret 2021 yang memuat materi rapat Komisi V DPR RI, pengembangan water taxi dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Canggu disebut tengah disiapkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry, dengan tahap konstruksi direncanakan pada Agustus 2026 hingga Juli 2027. Meski begitu, pemberitaan yang tersedia tidak mengubah bahwa detail titik dermaga, tarif, dan jadwal operasional layanan belum dijelaskan ke publik.

Hingga rangkaian pemberitaan itu, pemerintah pusat dan Pemprov Bali masih menempatkan proyek-proyek tersebut pada tahap penguatan kebijakan dan perencanaan teknis sebelum konstruksi penuh berjalan. Koster menyebut dukungan pusat itu sebagai tindak lanjut dari pembahasan di Komisi V DPR RI dan koordinasi dengan kementerian terkait.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.