Koster Ingatkan Pejabat Pemprov Bali: Jangan Main Proyek
Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan pejabat dan ASN di lingkungan Pemprov Bali agar tidak mencari atau memainkan proyek dengan memanfaatkan jabatan, serta mencukupkan kebutuhan dari gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali agar tidak mencari atau bermain proyek dengan memanfaatkan jabatan, melainkan bekerja sesuai tanggung jawab dengan mengandalkan penghasilan resmi dari gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Imbauan itu disampaikan Koster saat menutup Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, pada Rabu, 16 September 2026.
Menurut pemberitaan NusaBali, Koster menilai pejabat dan ASN Pemprov Bali telah menerima penghasilan yang dinilai cukup dari gaji dan TPP. Karena itu, ia meminta mereka mencukupkan kebutuhan dari pendapatan tersebut dan tidak menggunakan jabatan sebagai jalan mencari keuntungan tambahan melalui proyek pemerintah.
Dalam sambutannya, Koster menegaskan bahwa jabatan pemerintahan adalah amanah pelayanan dan pembangunan. Ia meminta seluruh jajaran Pemprov Bali menjaga integritas, etika, dan perilaku selama menjalankan kewenangan.
“De (jangan) main proyek. Cukup jadi Kadis, jadi apa eselon tiga, Kabid, Kabag segala macam itu, cukup dari gaji dan dari TPP. Itu sudah lebih dari cukup. De bin ngalih-ngalih proyek,” kata Koster dalam penutupan UDG Bali XXXIII 2026.
Dalam laporan NusaBali, Koster mengingatkan agar tidak ada pejabat yang menggunakan posisi atau kewenangan untuk mencari keuntungan dari pekerjaan pemerintah. Ia menekankan bahwa penghasilan resmi sudah mencukupi sehingga pejabat dan ASN diharapkan fokus bekerja dan menjalankan tugas pelayanan publik.
UDG Bali XXXIII 2026
UDG Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 merupakan ajang seni dan sastra keagamaan Hindu yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, pada 11–16 September 2026.
Acara ini dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat, 11 September 2026, yang ditandai dengan pemukulan kulkul. UDG XXXIII mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, yang dimaknai sebagai “Menuntun Jiwa Menuju Kesucian”.
Berbagai sumber mencatat bahwa UDG XXXIII mempertandingkan 11 bidang dengan 37 kategori lomba, antara lain membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana bahasa Bali, dharmawacana bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada, dan dharmacarita.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI mengapresiasi pelaksanaan UDG XXXIII Bali 2026 dan menyebut ajang ini sebagai benteng moral sekaligus penjaga keaslian budaya Hindu. Pemerintah daerah dan berbagai pihak menempatkan kegiatan ini sebagai wahana pembinaan dharmagita dan penguatan karakter generasi muda.
Pesan Integritas untuk Birokrasi
Pada pembukaan UDG, Koster sebelumnya menekankan pentingnya pembentukan moral, karakter, etika, dan integritas, termasuk di lingkungan birokrasi pemerintahan. Dalam konteks itu, peringatannya agar pejabat “tidak main proyek” menjadi bagian dari pesan integritas kepada aparatur Pemprov Bali.
Menurut Gesuri, Koster meminta seluruh aparatur di lingkungan Pemprov Bali menggunakan penghasilan formal dari gaji dan TPP, serta tidak mencari tambahan melalui praktik yang berpotensi menyalahi aturan. Ia menegaskan agar pejabat tidak melakukan korupsi dan menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
Peringatan Koster disampaikan secara umum tanpa menyebut nama pejabat tertentu maupun proyek spesifik. Pesan tersebut diarahkan sebagai pedoman etis bagi birokrasi agar tidak menyalahgunakan kewenangan dalam pengadaan dan pelaksanaan proyek pemerintah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Digitalisasi dan Komodifikasi Budaya Bali di Ruang Media Sosial
Media sosial dan digital marketing memperluas promosi budaya Bali sekaligus memunculkan risiko penyederhanaan tradisi, ruang hidup, dan nilai lokal me…
Terbaru di Berita Bali
Berita utama hari ini


