Bali Aktual

Kamis, 22 Oktober 2026

Bali Terima Rp500 Juta untuk Sanitasi Komunal di 10 Desa

Pemerintah pusat mengalokasikan Rp500 juta untuk pembangunan toilet umum permanen di 10 desa Bali. Dana Rp50 juta per desa disalurkan melalui rekening desa penerima.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tetesan air keluar dari keran berbahan logam dengan latar belakang kuning buram.
Ilustrasi: Tetesan air keluar dari keran berbahan logam dengan latar belakang kuning buram. · Foto: Nithin PA / Pexels

Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali menerima alokasi bantuan sanitasi komunal senilai Rp500 juta pada 21 Oktober 2026. Bantuan itu diserahkan Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Pusat, Tri Tito Karnavian, kepada perwakilan desa penerima di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar.

Mengapa ini penting: Sepuluh desa di empat kabupaten Bali memperoleh masing-masing Rp50 juta untuk membangun toilet umum permanen yang dapat digunakan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata mengatakan dana tersebut digunakan untuk membangun toilet umum permanen. Setiap desa menerima Rp50 juta dan dana disalurkan langsung ke rekening desa.

Program itu merupakan bantuan pemerintah pusat yang melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah desa. Pemerintah provinsi menyampaikan informasi mengenai kondisi sanitasi, sedangkan pemerintah desa mengajukan usulan untuk diverifikasi pemerintah pusat.

Penetapan 10 desa penerima dilakukan berdasarkan penilaian dan verifikasi atas usulan tersebut. Fasilitas yang dibangun berada di tempat umum agar dapat digunakan masyarakat, terutama saat kegiatan desa berlangsung.

Sepuluh desa penerima tersebar di empat kabupaten. Di Jembrana, bantuan diberikan kepada Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Di Bangli, penerimanya adalah Desa Belandingan, Songan A, dan Songan B di Kecamatan Kintamani.

Di Karangasem, bantuan menyasar Desa Ban di Kecamatan Kubu; Desa Jungutan dan Bhuana Giri di Kecamatan Bebandem; serta Desa Nawakerti di Kecamatan Abang. Dua desa penerima di Buleleng adalah Desa Ringdikit dan Gunungsari di Kecamatan Seririt.

Menurut I Made Dwi Dewata, program serupa dapat kembali dibuka pada tahun berikutnya, bergantung pada kebijakan dan penilaian pemerintah pusat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.