KONI Klungkung Siapkan Sanksi Atlet Absen TC Fisik Bareng TNI
KONI Klungkung menyiapkan sanksi berupa pencoretan dari kontingen Porprov Bali 2027 bagi atlet dan cabang olahraga yang menolak mengikuti pemusatan latihan fisik bersama TNI.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Klungkung — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klungkung menyiapkan sanksi bagi cabang olahraga dan atlet yang tidak mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC) fisik bersama TNI Kodim 1610/Klungkung menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 di Buleleng.
Ketua KONI Klungkung Anak Agung Gde Anom mengatakan, sanksi yang disiapkan berupa pencoretan dari kontingen Porprov Bali 2027 bagi mereka yang menolak mengikuti program TC fisik. Ia menegaskan langkah itu akan tetap diterapkan meski atlet yang bersangkutan pernah meraih medali emas pada Porprov sebelumnya.
“Kalau yang tidak mau mengikuti ya otomatis sanksinya tidak kita ikutkan di Porprov. Karena ini kan tim dari awal, jangan sampai mengganggu yang lain,” kata Anak Agung Gde Anom pada Minggu, 20 September 2026, sebagaimana diberitakan detikBali.
Anom menjelaskan, program TC fisik dengan melibatkan TNI dirancang untuk menyiapkan kondisi fisik, ketahanan, dan mental atlet, sekaligus membangun kedisiplinan mereka. Latihan bersama TNI difokuskan pada aspek fisik dan disiplin, sedangkan pembinaan teknik dan taktik tetap menjadi tanggung jawab masing-masing cabang olahraga.
Jadwal Latihan dan Kehadiran Atlet
KONI Klungkung menggandeng Kodim 1610/Klungkung untuk menggembleng fisik 285 atlet yang diproyeksikan tampil pada Porprov Bali 2027. Mereka merupakan peraih medali emas, perak, dan perunggu pada Porprov Bali 2025 dari nomor perorangan maupun beregu.
Menurut Anom, TC fisik bersama TNI mulai berjalan pada minggu pertama September 2026 dan dijadwalkan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu sekitar pukul 09.00 atau 10.00 Wita, dengan durasi latihan kurang lebih dua jam. Jadwal latihan pagi hingga siang dipilih untuk menyesuaikan dengan waktu pertandingan yang lazim berlangsung pada rentang waktu tersebut.
Program ini muncul setelah evaluasi terhadap penampilan atlet Klungkung pada Porprov Bali 2025, ketika sebagian atlet dinilai kedodoran secara fisik saat memasuki fase pertandingan penentu. Karena itu, materi latihan diarahkan pada peningkatan stamina, daya tahan, dan disiplin bertanding.
Anom mengakui ada atlet yang sempat mengeluhkan jadwal TC fisik karena harus menyesuaikan dengan sekolah, pekerjaan, atau agenda kejuaraan lain. Namun ia menyebut tingkat partisipasi atlet dalam program tersebut telah mencapai sekitar 80 persen dari total 285 atlet yang terdaftar.
Mulai Januari 2027, intensitas TC fisik bersama TNI direncanakan meningkat menjadi enam hari dalam sepekan untuk memperkuat kesiapan kontingen Klungkung menghadapi Porprov. KONI Klungkung menyebut peningkatan frekuensi latihan sebagai bagian dari upaya memperbaiki prestasi dan menambah raihan medali emas di ajang olahraga provinsi tersebut.
Penyesuaian Cabang Olahraga
Dalam persiapan menuju Porprov Bali 2027, Klungkung memproyeksikan keikutsertaan puluhan cabang olahraga, melanjutkan komposisi kontingen pada Porprov Bali 2025. Anom menyampaikan, jumlah cabang olahraga yang diikuti masih dapat berubah melalui pengurangan maupun penambahan cabor sesuai hasil evaluasi kesiapan masing-masing.
Menurut Anom, sejumlah cabang olahraga seperti sepak bola dan futsal berpotensi tidak diikutkan pada Porprov mendatang bila dinilai belum siap dari sisi tim maupun pembinaan. Di sisi lain, KONI Klungkung masih membuka kemungkinan memasukkan cabang olahraga baru jika ada potensi prestasi dan kesiapan organisasi.
Konteks Evaluasi dan Target Porprov 2027
KONI Klungkung memulai program TC fisik bersama TNI sebagai tindak lanjut evaluasi atas kelemahan fisik dan daya tahan atlet pada Porprov Bali 2025. Program ini diposisikan sebagai tahap awal pembinaan jangka panjang menjelang Porprov Bali 2027, dengan penekanan pada pembentukan karakter disiplin dan mental juang atlet.
Dengan menggandeng Kodim 1610/Klungkung, KONI berharap latihan bergaya militer dapat menanamkan nilai ketangguhan dan daya juang tinggi kepada atlet, sekaligus menyiapkan fisik mereka agar mampu bersaing dalam pertandingan berintensitas tinggi. Anom menyatakan, konsistensi mengikuti TC fisik menjadi syarat penting bagi atlet dan cabang olahraga untuk tetap masuk dalam proyeksi kontingen Klungkung di Porprov Bali 2027.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pemerintahan
ITS Hibahkan Teknologi Kelautan untuk Pelayaran Nusa Penida
Pemkab Klungkung menerima hibah transmitter AISITS dan perangkat lunak iStow dari ITS Surabaya untuk armada penyeberangan Kusamba–Nusa Penida.
Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga




