Investasi KEK Kura Kura Bali Tembus Rp1,62 Triliun hingga Kuartal I 2026
Hingga kuartal I 2026, realisasi investasi KEK Kura Kura Bali mencapai Rp1,62 triliun dengan 2.146 tenaga kerja.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp1,62 triliun dan menyerap 2.146 tenaga kerja hingga kuartal I 2026, berdasarkan data Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus yang disampaikan dalam kunjungan kerja pemerintah awal Mei 2026.
Kunjungan ke KEK Kura Kura Bali dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani serta Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria.
Menurut keterangan Kemenko Perekonomian, pemerintah mempertimbangkan KEK Kura Kura Bali sebagai lokasi potensial pengembangan pusat keuangan internasional atau Indonesia Financial Center (IFC).
Grand Outlet Bali mendekati penyelesaian
Salah satu proyek yang ditinjau dalam pengembangan KEK Kura Kura Bali adalah Sira Village – Grand Outlet Bali, hasil kolaborasi PT Bali Turtle Island Development (BTID) dan Mitsubishi Estate.
Menurut pemberitaan media lokal dan panduan pembukaan outlet tersebut, progres pembangunan Grand Outlet Bali dilaporkan telah mencapai sekitar 92 persen menjelang pertengahan 2026.
Outlet ini dikembangkan sebagai pusat belanja berskala internasional dengan konsep open-air outlet di Pulau Serangan, Denpasar, dan dipromosikan sebagai salah satu proyek strategis untuk memperkuat daya tarik investasi dan pariwisata di KEK Kura Kura Bali.
Rencana pusat keuangan internasional
Pemerintah menargetkan pembentukan KEK sektor keuangan di Bali sebagai landasan operasional pusat keuangan internasional.
Juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo, menyatakan bahwa regulasi KEK sektor keuangan sedang dimatangkan untuk mengakomodasi kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang diharapkan menarik investor global.
Airlangga Hartarto menjelaskan, KEK Kura Kura Bali dirancang sebagai ekosistem terpadu yang mendukung operasional pusat keuangan internasional, dengan berbagai fasilitas penunjang seperti Business Hub yang mengintegrasikan inisiatif strategis Global Blended Finance Alliance, institusi pendidikan bisnis, dan jalur investasi.
Selain itu, pengembangan Knowledge District di kawasan tersebut diarahkan untuk menghadirkan pusat kewirausahaan dan inovasi, fasilitas pendidikan internasional, serta pusat riset lingkungan pesisir termasuk International Mangrove Research Center.
Angka investasi dan ekosistem pendukung
Dewan Nasional KEK dan sejumlah media ekonomi mencatat bahwa hingga kuartal I 2026, KEK Kura Kura Bali membukukan realisasi investasi Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 2.146 orang.
Pengembangan KEK Kura Kura Bali diarahkan pada sektor pariwisata berkualitas dan layanan bernilai tambah tinggi, sekaligus disiapkan untuk kemungkinan pengembangan sektor keuangan internasional.
Sejalan dengan itu, pemerintah pusat mendorong penyelesaian sejumlah proyek strategis pada 2026, termasuk Grand Outlet Bali dan penguatan ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi di kawasan tersebut.
Di sisi lain, KEK Sanur yang juga berlokasi di Denpasar mencatat realisasi investasi kumulatif Rp5,37 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 5.444 orang hingga kuartal I 2026.
Data KEK Sanur tersebut menjadi pembanding perkembangan investasi di Bali dan bukan bagian dari capaian KEK Kura Kura Bali.
Konteks pengembangan KEK di Bali
Pemerintah menempatkan KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi Bali melalui investasi bernilai tambah di sektor pariwisata, kesehatan, dan jasa keuangan.
Dalam berbagai pernyataan, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa percepatan pengembangan KEK diharapkan menjadi motor penggerak investasi di sektor strategis dan memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan pusat keuangan global.
Dengan realisasi investasi Rp1,62 triliun dan serapan tenaga kerja 2.146 orang hingga kuartal I 2026, KEK Kura Kura Bali memasuki fase percepatan proyek fisik dan penyiapan regulasi yang akan menentukan perannya dalam rencana menjadikan Bali sebagai pusat keuangan internasional baru.
Sumber
Berita berikutnya

Pendamping PLUT Buleleng Minta UMKM Siapkan Stok dan Legalitas sebelum Go Digital
Pendamping PLUT KUMKM Buleleng, Mubayyinudin, mengingatkan pelaku UMKM menyiapkan kapasitas produksi, stok, kemasan, dan legalitas sebelum memperluas…

